free page hit counter

Di Mentuda, Gubernur Kepri Panen Keresahan Warga dan Diskusikan Solusinya

Loading...

Suarasiber.com – Gubernur Kepri dan sejumlah pejabat teras Pemprov Kepri berkesempatan berkunjung ke Desa Mentuda, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Sabtu (3/9/2022).

Desa ini ada di sebuah pulau, akses satu-satunya melalui laut. Menggunakan kapal Kepri 1, rombongan sempat mendapatkan informasi jika kapal tak bisa bersandar di dermaga desa. Kapal pun belok ke Desa Pulon. Dari sini rencananya rombongan akan diangkut menggunakan pompong ke Desa Mentuda.

Namun oleh seorang kapten kapal setempat bernama Sudir, Kepri 1 tetap bisa bersandar langsung di Desa Mentuda. Sudir yang mengambil alih kemudi membawa rombongan dengan selamat.

Puluhan perahu nelayan mengikuti Kepri 1. Tak ubahnya karnaval pompong. Warga suka cita menyambut Gubernur Ansar. Kepala Desa Mentuda, Darmawan sudah menyiapkan penyambutan.

Tepuk tepung tawar, silat tradisonal hingga makanan tradisional terbaik sudah disiapkan.

Gubernur bertatap muka dengan ribuan warga di lapangan bola Desa Mentuda. Disejalankan dengan pembukaan turnamen bola, kesempatan ini dimanfaatkan rombongan Gubernur Ansar untuk menjaring keluhan warga.

Darmawan lalu menyampaikan keluhan titipan warganya, yakni soal internet dan transportasi ke Mentuda.

“Ketika air pasang kami bisa beraktivitas, namun kalau surut kami hanya bisa diam di desa tanpa bisa apa-apa,” ungkap Darmawan.

Tokoh masyarakat lain, Islam Haris menambahkan, jika mungkin agar dibangun jalan darat. Ia bercerita pernah ada ibu melahirkan di pompong, anaknya meninggal karena jarak yang jauh menuju fasilitas kesehatan.

Saat angin pasang pun, hanya ada satu pelayaran kapal penumpang.

“Itulah keresahan kami pak Gubernur, kami butuh akses komunikasi, transportasi dan listrik yang memadai untuk mendukung aktivitas masyarakat dan anak-anak belajar,” katanya.

Soal akses internet, Gubernur mengatakan saat ini Pemerintah Provinsi Kepri sedang menggesanya. Hingga Oktober ini, internat akan melayani warga di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3 T).

“Semoga saja, usaha kita ini lancar . Kita betu doa dari masyarakat semua,” katanya.

Soal usulan jalan darat, Gubernur akan melakukan kajian karena untuk membangunnya melewati hutan lindung. Prosesnya akan rumit.

“Masalah jalan perlu kita kaji, kita diskusikan, mana yg paling efektif dibangun aksesnya. Kita hindari hutan lindung. Intinya saya akan dorong ini untuk menindaklanjuti,” kata Ansar.

Begitu juga menyangkut persoalan listrik,  Gubernur Ansar  akan segera komunikasikan hal ini kepada PLN. Tidak hanya untuk di Mentuda, tetapi juga untuk di daerah lain di Kepri yang masing belum teraliri listrik dyngan maksimal. (*/zainal)

Editor Nurali Mahmudi

Loading...