Sabtu, 29 November 2025

Dugaan Korupsi Belasan Miliar Rupiah di BUMD Kepri Dilidik Kejati

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Hingga Senin (10/12/2018), sudah belasan orang yang terkait dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kepri dipanggil, dan dimintai keterangannya oleh penyidik di Kejati Kepri.

Pemanggilan tersebut terkait dengan adanya dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kepri sejak tahun 2007.

Dugaan itu mencuat karena badan usaha pelat merah ini, menerima kucuran anggaran APBD Kepri hingga belasan miliar rupiah. Akan tetapi hasilnya nyaris tidak terlihat, selain untuk perjalanan dinas para pejabatnya.


“Benar (dugaan korupsi BUMD). Sekarang masih proses penyelidikan. Saya tak bisa jelaskan sekarang karena bisa mengganggu proses penyelidikan,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri Dr Asri Agung Putra di sela konferensi pers penetapan tersangka korupsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepri.

H Ferry Tas MHum Msi, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, menambahkan belasan orang yang dimintai keterangannya itu masih dari kalangan BUMD Kepri. Dan, sampai saat ini pemanggilan dan pemeriksaan itu masih terus berlangsung. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Dua ASN PPPK Terseret Peredaran Ganja, Satresnarkoba Tanjungpinang Bekuk Tiga Tersangka

Suarasiber.com,(Tanjungpinang) – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Tanjungpinang kembali...

Dituding Serobot Lahan,Agusriandi Lawan Balik: Pembelian Sah, Siap Tempuh Jalur Hukum

Agusriandi Agusriandi Lawan Balik: Pembelian Sah, Siap Tempuh Jalur Hukum. Selasa, (25/11/2025). Foto - Istimewa

Melindungi Calon Pekerja Migran: Kejati Kepri Tingkatkan Kesadaran Hukum melalui OM Jak Menjawab

Suarasiber.com,(Kejati Kepri) – Tanjungpinang. Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau kembali...

Paguyuban Lender DSI Gelar Pertemuan Penting Bahas Penyelesaian Dana Tertahan, Total Laporan Capai Rp 900 Miliar

Suarasiber.com (Jakarta) — Paguyuban Lender Dana Syariah Indonesia (DSI)...