Jumat, 5 Juni 2026

Sempat Dilarang Masuk Polisi karena Ketiadaan Biaya, M Arrahmaidil Raih Prestasi Siswa Trengginas

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Ibu lima anak ini, Kurniawati, sehari-harinya mencari nafkah berjualan lontong sayur di Batam. Dia sudah bangun sejak pukul 03.00, untuk menyiapkan bahan jualannya.

Dan, dilanjutkan dengan menjual lontong sayur hingga tengah hari.

Itu dilakukannya terus menerus tanpa peduli apakah musim kemarau atau hujan. Baginya, yang penting lima anaknya bisa terus menuntut ilmu.


Anak-anaknya juga paham ibu mereka mesti memeras keringat sejak pagi buta. Untuk menyambung hidup dan bersekolah.

Mereka juga selalu membantu berjualan lontong, termasuk anak keduanya yang bernama M Arrahmaidil.

Tak seperti kebanyakan remaja lainnya yang hanya tahu menuntut jajan ke orang tuanya, Arrahmaidil, kerap ikut langsung berjualan lontong.

Sesuatu yang membuat ibunya bahagia. Namun, Arrahmaidil juga yang membuat ibunya kaget alang kepalang. Pasalnya, dia berkeinginan untuk menjadi polisi.

Mendengar rencana itu, Kurniawati, langsung memintanya agar membatalkan niat masuk polisi. Larangan itu muncul bukan karena dia benci atau tidak suka polisi.

Tapi, karena dia mendengar kabar untuk masuk polisi perlu biaya sangat besar. Dan, dia tak punya. Selain itu, ada tiga adik-adik Arrahmaidil yang masih perlu biaya sekolah.

“Saya sempat melarangnya jadi polisi, karena kabarnya masuk polisi banyak mengeluarkan biaya.

Saya bilang, mama gak punya uang. Dan, adik-adikmu masih kecil dan butuh biaya sekolah. Jadi jangan kamu mempunyai cita-cita yang tinggi-tinggi.

Namun, ternyata dengan kesungguhan hati dan tekadnya, anak saya lulus dan dilantik hari ini. Tak ada mengeluarkan biaya sepeserpun” ungkap Kurniawati diiringi tangis haru di sela pelantikan anaknya jadi polisi.

Dalam kesempatan itu, Kurniawati menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polda Kepri.

“Terima kasih kepada Polda Kepri, semua bapak-bapak polisi yang ada di sini. Yang telah menerima anak saya menjadi bagian dari Polda Kepri. Dan, meraih prestasi terbaik sebagai Siswa Trengginas,” ucap Kurniawati.

Selain penghargaan siswa trengginas, ada sejumlah penghargaan lainnya. Yakni, Bripda Cristian Imanuel Sihombing sebagai Siswa Cendikia, Bripda Reza Efendi Ruslan sebagai Siswa Tertabah dan Bripda Aldiansyah sebagai Siswa Teladan.

Apapun latar belakang mereka, kini mereka adalah anggota Polri. .enjadi bhayangkara negara pelindung dan penganyom masyarakat. Sekaligus aparatur penegakan hukum. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Tak Hanya Duta Bahasa Kepri, Mahasiswa UMRAH Andi Ampa Djaya Raih Juara Film Pendek Internasional

Andi Ampa Djaya, mahasiswa FKIP UMRAH, menunjukkan trofi dan sertifikat Juara I lomba berbalas pantun tingkat nasional di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, 2026. Foto - KJK Kepri

Komunitas Jurnalis Kepri Sembelih 1 Sapi dan 1 Kambing pada Idul Adha 2026, Perkuat Solidaritas dan Semangat Berbagi

Pengurus Komunitas Jurnalis Kepri (KJK), Novianto, menunjukkan sapi kurban yang akan disembelih pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat (6/6/2026). Foto - KJK Kepri

Kejati Kepri Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan, Kajati Lantik Pejabat Baru dan Tekankan Integritas

Jajaran pejabat Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat Eselon IV di Aula Sasana Baharuddin Lopa, Senin (25/5/2026). Foto - Kasi Penkum Kajati Kepri

Ketua KKSS Kepri Bangga, Andi Ampa Djaya Juara Duta Bahasa Kepri 2026

Ketua BPW KKSS Kepri, Ady Indra Pawennari, bersama Andi Ampa Djaya usai dinobatkan sebagai Juara II Putra Duta Bahasa Kepri 2026 pada malam puncak Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kepri di Ballroom Alltrue Hotel, Tanjungpinang, Kamis (21/5/2026). Foto - Istimewa