free page hit counter

HKTI Kepri Tetap Produktif di Tengah Badai Covid-19

Loading...

BINTAN (suarasiber) – Meski mendukung penuh anjuran stay at home, namun produktivitas tetap jalan. Dan, dengan prinsip kehati-hatian.

Ini yang dilakukan sejumlah pecinta lingkungan, yang tergabung dalam wadah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (29/3/2020).

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Pakar HKTI Kepri, Ady Indra Pawennari di sela kegiatan penanaman mangrove jenis bakau di Kampung Sei Tiram, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Kepri.

Penanaman bakau itu dilaksanakan bersama sejumlah pencinta lingkungan yang tergabung dalam wadah HKTI.

“Waktu pagi itu, tetap kita manfaatkan untuk beraktivitas seperti biasa. Apalagi, dengan pancaran sinar matahari pagi yang mengenai tubuh itu.

Cukup bagus untuk kesehatan. Hanya saja, tetap jaga jarak, cuci tangan dan langsung mandi setelah pulang ke rumah,” katanya.

Menurut Ady, kegiatan penanaman bakau yang dilakukannya secara swadaya di areal bekas tambak udang itu dan sudah berlangsung sejak tahun 2010 lalu. Tanpa menggunakan keuangan yang bersumber dari APBD maupun APBN.

“Hingga saat ini, sedikitnya 90 ribu batang bibit bakau sudah kami tanam di daerah ini. Memang tidak semuanya hidup. Tapi, kami terus melakukan penanaman,” jelasnya.

Pria peraih Anugerah Pahlawan Inovasi Teknologi itu, menceritakan ihwal penanaman bakau yang dilakukannya berawal dari kerisauannya terhadap isu perubahan iklim atau global warming yang menjadi perhatian dunia.

Salah satu tanaman yang dipercaya sejumlah pakar perubahan iklim yang memiliki peran besar sebagai penyerap dan penyimpan karbon dalam bentuk CO2, adalah tanaman bakau.

“Sejak itulah, saya mulai melakukan penanaman bakau sampai hari ini sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya meredam pemanasan bumi,” ujarnya.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, tanaman bakau yang tumbuh di areal bekas tambak udang di Sei Tiram itu, terlihat tertata rapi dengan tinggi yang bervariatif.

Tanaman bakau dengan usia tanam sekitar 10 tahun itu, tumbuh di atas lahan seluas 4 hektar dengan tinggi mencapai 5 meter dan diameter batang sekitar 5 centimeter.

“Jumlah tanaman bakau dengan tinggi 5 meter itu, diperkirakan ada 25 ribu batang. Lainnya variatif, ada yang tingginya mulai sekitar 0,5 meter hingga 3 meter,” beber Ady. (mat) 

Loading...