Kamis, 4 Juni 2026

Jalan Kecil di Tanjungpinang Ini Pernah Jadi Pusat Perdagangan Dunia

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Jalan itu panjangnya cuma sekitar 200-an meter. Bersambungan dengan Jalan Merdeka dan Jalan Tambak. Jalan Gambir, begitu tertulis di plang nama jalan.

Sepintas lalu tidak ada yang terlalu menonjol untuk dilihat di jalan ini, selain jejeran pertokoan.

Meski letaknya di pusat kota, namun pertokoan di kawasan ini hanya “menyala” hingga sekitar pukul 17.00. Setelah itu “mati” lagi.


Padahal beberapa ratus tahun lalu, di jalan ini kehidupan nyaris berlangsung dari pagi hingga ke pagi lagi. Jalan ini sekarang hanya jadi saksi bisu.

Saksi kejayaan Tanjungpinang sejak masa Kerajaan Riau Lingga Johor sekitar tahun 1720-an hingga masa kolonialis Belanda menguasai sepenuhnya wilayah Tanjungpinang di akhir masa tahun 1700-an.

Baca Juga :

Video Penyelamatan 3 Nelayan yang Bertahap Hidup dari Penutup Kotak Ikan

Bambang Prayitno Bikin Rejai Populer

Ikan di Tanjungpinang dan Bintan Terpapar Logam Berat Raksa

Sempat Sembunyi 2 Pekan, 2 Tersangka Jambret Diciduk Polisi

Kapal Akok Selamatkan 3 Nelayan di Perairan Mapur

Pada masa itu Tanjungpinang bukan hanya dikenal sebagai sentra perkebunan gambir dunia. Tapi sekaligus sebagai pusat perdagangan gambir di Nusantara hingga ke mancanegara.

Gambir yang ditanam masal atas perintah Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, menjadi primadona ekspor kerajaan. Begitu jayanya hingga perkebunan gambir harus mendatangkan pekerja Cina.

Pusat perdagangan gambir ke mancanegara, dan ke seantero nusantara ada di Jalan Gambir. Di sinilah pusat perdagangan dunia untuk gambir.

Kini, di pagi hari jalan ini hanya jadi tempat pedagang sayur menjajakan jualannya.

“Dulunya daerah ini pusat perdagangan gambir dunia, sekaligus merupakan hasil utama Kerajaan Riau Lingga Johor. Nama Jalan Gambir menjadi ingatan, juga saksi bisu kejayaan masa itu,” kata Koordinator Perpustakaan dan Dokumentasi Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepri, Dedi Arman menjawab suarasiber.com, Minggu (27/1/2019).

Sebagai gambaran, gambir adalah nama tanaman sekaligus nama produk yang dihasilkan dari getahnya. Getahnya ini diambil dari ekstrasi daun dan rantingnya. Getah inilah yang jadi produk perdagangan dunia di masa itu. Selain untuk menyirih, gambir digunakan untuk pewarna dan penyamak kulit. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Banyak Orang Masuk Sauna untuk Berkeringat, Teknologi Ini Diklaim Beri Manfaat Lebih dari Sekadar Relaksasi

Pengelola dan tim Biohacking Sauna Zetta Wellness berfoto di depan lokasi layanan sauna kesehatan berbasis teknologi di Kompleks Pertokoan Bintan Centre, Tanjungpinang, Selasa (2/6/2026). Foto - Suarasiber.com/sya.

Pot Bunga dan Bak Mandi Semen Tanjungpinang Makin Diburu, Berawal dari Belajar YouTube Kini Jadi Sumber Penghasilan

Pot bunga hias minimalis menghiasi pekarangan rumah modern, memberikan sentuhan estetika sekaligus mempercantik lanskap hunian,Selasa(2/6/2026). Foto - Istimewa

Wali Kota Lis Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden RI Seberat 1,04 Ton di Tanjungpinang

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, bersama tokoh agama dan masyarakat menyaksikan penyembelihan sapi kurban bantuan Presiden RI seberat 1,04 ton di Masjid At-Taubah, Tanjungpinang, Rabu (27/5/2026). Foto - Diskominfo Tanjungpinang

Tak Hanya Duta Bahasa Kepri, Mahasiswa UMRAH Andi Ampa Djaya Raih Juara Film Pendek Internasional

Andi Ampa Djaya, mahasiswa FKIP UMRAH, menunjukkan trofi dan sertifikat Juara I lomba berbalas pantun tingkat nasional di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, 2026. Foto - KJK Kepri