free page hit counter

Jalan Kecil di Tanjungpinang Ini Pernah Jadi Pusat Perdagangan Dunia

Loading...

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Jalan itu panjangnya cuma sekitar 200-an meter. Bersambungan dengan Jalan Merdeka dan Jalan Tambak. Jalan Gambir, begitu tertulis di plang nama jalan.

Sepintas lalu tidak ada yang terlalu menonjol untuk dilihat di jalan ini, selain jejeran pertokoan.

Meski letaknya di pusat kota, namun pertokoan di kawasan ini hanya “menyala” hingga sekitar pukul 17.00. Setelah itu “mati” lagi.

Padahal beberapa ratus tahun lalu, di jalan ini kehidupan nyaris berlangsung dari pagi hingga ke pagi lagi. Jalan ini sekarang hanya jadi saksi bisu.

Saksi kejayaan Tanjungpinang sejak masa Kerajaan Riau Lingga Johor sekitar tahun 1720-an hingga masa kolonialis Belanda menguasai sepenuhnya wilayah Tanjungpinang di akhir masa tahun 1700-an.

Baca Juga :

http://suarasiber.com/2019/01/video-penyelamatan-3-nelayan-yang-bertahap-hidup-dari-penutup-kotak-ikan/

Bambang Prayitno Bikin Rejai Populer

Ikan di Tanjungpinang dan Bintan Terpapar Logam Berat Raksa

Sempat Sembunyi 2 Pekan, 2 Tersangka Jambret Diciduk Polisi

Kapal Akok Selamatkan 3 Nelayan di Perairan Mapur

Pada masa itu Tanjungpinang bukan hanya dikenal sebagai sentra perkebunan gambir dunia. Tapi sekaligus sebagai pusat perdagangan gambir di Nusantara hingga ke mancanegara.

Gambir yang ditanam masal atas perintah Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, menjadi primadona ekspor kerajaan. Begitu jayanya hingga perkebunan gambir harus mendatangkan pekerja Cina.

Pusat perdagangan gambir ke mancanegara, dan ke seantero nusantara ada di Jalan Gambir. Di sinilah pusat perdagangan dunia untuk gambir.

Kini, di pagi hari jalan ini hanya jadi tempat pedagang sayur menjajakan jualannya.

“Dulunya daerah ini pusat perdagangan gambir dunia, sekaligus merupakan hasil utama Kerajaan Riau Lingga Johor. Nama Jalan Gambir menjadi ingatan, juga saksi bisu kejayaan masa itu,” kata Koordinator Perpustakaan dan Dokumentasi Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepri, Dedi Arman menjawab suarasiber.com, Minggu (27/1/2019).

Sebagai gambaran, gambir adalah nama tanaman sekaligus nama produk yang dihasilkan dari getahnya. Getahnya ini diambil dari ekstrasi daun dan rantingnya. Getah inilah yang jadi produk perdagangan dunia di masa itu. Selain untuk menyirih, gambir digunakan untuk pewarna dan penyamak kulit. (mat)

Loading...