free page hit counter

Pentingnya Partisipasi dalam Pemberdayaan Masyarakat

Loading...
Mirza Nur Ulfah

Pemberdayaan masyarakat adalah sebuah aktivitas yang melibatkan masyarakat di dalamnya. Dengan aktor utama adalah masyarakat, maka peranan mereka untuk menyukseskan sebuah program sangat penting.

Dari buku Pemberdayaan Masyarakat (2010) karya Sawa Suryana, partisipasi masyarakat adalah suatu keterlibatan masyarakat di semua tahapan proses perkembangan yang ada di dalam suatu kelompok masyarakat.

Di sini juga dituliskan pentingnya pastisipasi masyarakat dalam suatu program pembangunan karena anggota masyarakat yang mengetahui sepenuhnya tentang permasalahan mereka.

Dengan mengetahui persoalan yang ada, maka masyarakat diharapkan sebagai berikut:

  • Mampu menganalisis sebab akibat dari berbagai kejadian yang terjadi dalam masyarakat.
  • Mampu merumuskan solusi untuk mengatasi permasalahan dan kendala yang dihadapi masyarakat
  • Mampu memanfaatkan sumber daya pembangunan yang dimiliki untuk meningkatkan produksi dan produktifitas dalam pembangunan.

Penjelasannya akan penulis jabarkan sebagai berikut. Pertama, mampu menganalisis sebab akibat dari berbagai kejadian yang terjadi dalam masyarakat.

Tidak ada akibat jika tak ada sebab atau tak ada asap kalau tak ada api. Denmikian juga dalam pemberdayaan masyarakat yang sangat dinamis, akan muncul berbagai masalah.

Masalah tersebut bisa berasal dari lingkungan sekitar, bahkan para pelakunya sendiri yang dalam hal ini adalah masyarakat. Meski mereka dalam satu wilayah, perbedaan pemikiran adalah sesuatu yang harus dipikirkan sejak awal.

Timbulnya akibat dari sebuah sebab yang terjadi di tengah sebuah kelompok masyarakat akan dengan mudah dianalisa oleh mereka sendiri ketimbang orang lain. Bahkan jika harus mengundang pendamping, yang bersangkutan hanya akan memberikan saran terbaik berdasarkan masukan dari anggota kelompok pemberdayaan masyarakat.

Kedua, mampu merumuskan solusi untuk mengatasi permasalahan dan kendala yang dihadapi masyarakat. Ini artinya masyarakat setempat yang menemukan solusinya.

Ini penting karena mereka yang akan merasakan dampak dari adanya sebuah pemberdayaan masyarakat. Tujuan utama dari problem solving atau penyelesaian masalah adalah menemukan solusi terbaik dari suatu permasalahan.

Oleh sebab itu setelah memikirkan alternatif yang ada, masyarakat harus bisa menentukan solusi mana yang paling tepat. Untuk menentukan solusi yang paling tepat, mereka akan bisa mempertimbangkanlah solusi mana yang tidak berpotensi menyebabkan masalah lainnya.

Kalau partisipasi masyarakatnya tinggi, maka keputusan yang diambil tidak akan menyebabkan masalah lain timbul. Jika solusi yang diambil juga menyebabkan masalah lain maka akan banyak memakan waktu dan bertele-tele akibatnya di kemudian hari.

Ketiga, mampu memanfaatkan sumber daya pembangunan yang dimiliki untuk meningkatkan produksi dan produktifitas dalam pembangunan. Sebuah program pemberdayaan masyarakat disebut sukses jika pada akhirnya menciptakan peningkatan produksi dan produktivitas dalam pembangunan.

Jika tidak, maka pembangunan akan mandeg. Karena masyarakat merasa tidak dilibatkan dari awal. Hal inilah yang menurutp penulis masih saja terjadi di beberapa daerah.

Ketika ada proyek pembangunan di wilayah mereka, namun tidak ada keterlibatan mereka maka selalu dipastikan akan memunculkan masalah. Parahnya lagi kalau persoalan itu tak mampu diredam sehingga muncul penolakan dalam masyarakat yang seharusnya diberdayakan.

Penulis juga menemukan dari wikipedia, partisipasi masyarakat sering kali dianggap sebagai bagian yang tidak terlepas dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Dengan melihat partisipasi sebagai kesatuan dalam proses pemberdayaan masyarakat, akan dapat diketahui bahwa akar perkembangan pemikiran tentang partisipasif dalam pembangunan akan terkait dengan diskursus komunitas.

Di mana salah satu diskursus komunitas adalah asumsi bahwa masyarakat bukanlah sekumpulan orang yang bodoh, yang hanya bisa maju kalau mereka mendapatkan perintah belaka.

Partisipasi masyarakat adalah keikutsertaan masyarakat dalam proses pengidentifikasian masalah dan potensi yang ada di masyarakat, pemilihan dan pengambilan keputusan tentang alternatif solusi untuk menangani masalah, pelaksanaan upaya mengatasi masalah, keterlibatan masyarakat dalam proses mengevaluasi perubahan yang terjadi.

Kesimpulan yang bisa ditarik menurut penulis ialah, seperti apapun pemberdayaan masyarakat maka sangat diperlukan keterlibatan masyarakat itu sendiri. Biarkan mereka berpartisipasi dan memberikan sumbnagsihnya untuk pembangunan di wilayah mereka.

Masyarakat butuh pengakuan diri. Mereka sebenarnya menolak anggapan bahwa masyarakat itu pasif apalagi bodoh, karena nyatanya banyak anggota masyarakat yang menjadi pelaku suksesnya sebuah pemberdayaan masyarakat.

Penulis: Mirza Nur Ulfah; NIM: 18101066; Program Studi: Ilmu Administrasi Publik Stisipol Raja Haji Tanjungpinang

Loading...