free page hit counter

Takke Group Bangun Transshipment Port di Bintan

Siap Kolaborasi dengan Pemerintah Wujudkan Visi Presiden Jokowi

JAKARTA (suarasiber) – Chief Executive Officer (CEO) Takke Group, Laurence M Takke, menyatakan kesiapannya berkolaborasi dengan pemerintah. Untuk mewujudkan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi), menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Menurutnya, visi Presiden Jokowi itu, bisa dicapai. Jika, semua pemangku kepentingan mau bekerjasama. Apalagi visi itu sangat cemerlang.

Karena, mampu memberikan kontribusi positif. Tak hanya bagi industri maritim. Tapi juga konektivitas laut antarpulau di nusantara.

Hal itu diungkapkan Laurenc, Minggu (7/7/2019). Usai meninjau lokasi rencana pembangunan pelabuhan “New Transshipment Port Gunung Kijang” di Galang Batang, Desa Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepri.

“Negara kita ini adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Kita semua tahu, bahwa potensinya luar biasa besar untuk menjadi poros maritim dunia.

Tapi, potensi saja kan tidak cukup. Karena itu, semua pemangku kepentingan harus mau bekerjasama atau berkolaborasi mewujudkannya,” kata Laurence.

Laurence yang dilahirkan dan dibesarkan di Pulau Bintan, mengaku cukup paham dengan visi Presiden Jokowi itu. Dia paham, karena dia lahir dan besar di daerah perbatasan dengan negeri jiran.

“Sebagai anak pulau, saya paham apa yang diinginkan pak Jokowi tentang poros maritim dunia. Ini gagasan strategis masa depan kita. Untuk menjamin konektivitas laut antarpulau dan kedaulatan wilayah laut NKRI,” terangnya.

* Ini Keistimewaan Pulau Bintan

Dalam kesempatan itu, Laurence, mengungkapkan salah satu keistimewaan Pulau Bintan. Dan, tidak dimiliki daerah lain, yakni posisinya yang berada di jalur utama lalulintas kapal kargo dunia.

“Kedalaman lautnya juga cukup mendukung, antara 20 meter – 40 meter. Kemudian, lokasi anchorage area atau labuh jangkarnya juga cukup strategis.

Karena terlindung dari beberapa pulau-pulau kecil. Yang berfungsi sebagai break water. Sehingga kapal dapat terhindar dari hempasan gelombang laut,” jelasnya.

Keinginan Takke Group sebagaimana disebut di lead berita ini, sudah disampaikan kepada Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Selasa (2/7/2019).

* Bangun Pelabuhan Baru di Pulau Bintan

“Untuk hard infrastructure atau pembangunan fisiknya, kami sudah siapkan lahan seluas 400 – 500 hektare. Itu untuk pembangunan pelabuhan kontainer. Dan, seluruh fasilitas pendukungnya,” jelas Laurence.

Kesiapan Laurence berkolabirasi dengan pemerintah, disambut baik oleh Moeldoko. Posisi geografis Pulau Bintan, disebutnya tentu tak diragukan lagi.

“Pelabuhan transshipment ini penting untuk mengurangi dominasi Singapura. Sehingga, kapal-kapal dari Indonesia bisa melayani ekspor langsung (direct call) ke negara tujuan,” ucap Moeldoko.

Takke Group, adalah sebuah perusahaan properti yang selama ini senyap dalam pemberitaan media. Kemunculannya tiba – tiba heboh dan viral di media ketika Bobby Afif Nasution, menantu Presiden Jokowi tampil pada sebuah acara topping off proyek apartemen Gardenia Bogor milik Takke Group.

Suami dari Kahiyang Ayu itu, memperkenalkan dirinya sebagai salah satu pemegang saham Takke Group yang sudah sukses membangun delapan tower di Jakarta, Bogor dan Bekasi dengan total kamar hunian sekitar 9.000 unit. (aip)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •