Kamis, 4 Juni 2026

BUMD Diusulkan Terlibat Antisipasi Inflasi

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Sekdaprov Kepri HTS. Arif Fadillah memimpin Hight Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Tahun 2019 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (23/4/2019).

Arief mengingatkan agar ada sejumlah langkah untuk menjaga kestabilan harga menjelang Ramadan. Salah satunya menjaga ketersediaan pasokan kebutuhan masyarakat.

“Pasokan barang ini harus dijaga, karena kalau barang yang tersedia terbatas sedangkan permintaan tinggi maka bisa menyebabkan harga kebutuhan tersebut akan naik,” jelas Arief, dilansir dari humaskepri.id.


Sekda juga berharap semua tim TPID Kabupaten/Kota untuk lebih intens lagi melakukan operasi pasar dan mengadakan pasar murah.

Kepala BPS Provinsi Kepri Zulkilfi dalam laporannya menjelaskan bahwa pada awal tahun 2019, bulan Januari hingga Maret inflasi bisa dikendalikan bahkan cenderung terjadi deflasi.

“Namun kita tetap harus tetap bekerja keras mengendalikan inflasi di Kepri karena sudah dipastikan akan terjadi kenaikan harga dan inflasi pada bulan Mei dan Juni ini karena memasuki bulan Ramadan dan Lebaran,” ujarnya.

Sementara Kepala Perwakilan BI Kepri Fadjar Majardi menawarkan sebuah solusi jangka panjang mengatasi inflasi dan kenaikan harga barang pokok di masyarakat dengan melibatkan BUMD.

Sistem efisiensi rantai dagang pangan strategis yang ditawarkan ini akan menempatkan BUMD menjadi pemain utama dalam perdagangan kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat.

Pada rantai dagang konvensional jalur distribusinya dimulai dari petani – pengepul – pedagang besar – pedagang hilir – pedagang eceran – konsumen. Dengan melibatkan BUMD, barang dari petani langsung dibeli oleh BUMD dan pendistribusiannya langsung ke konsumen.

“Ini tentunya lebih murah karena memotong rantai distribusi yang panjang. Petani juga diuntungkan karena akan dibeli sedikit lebih tinggi dari harga biasa serta konsumen akan mendapatkan harga yang lebih murah. Kehadiran BUMD pada sistem ini pastinya tidak akan mematikan pedagang yang telah ada karena komiditas yang dijual adalah komoditas yang strategis, dimana pemerintah hadir di pasar untuk menjaga kestabilan harga,” jelas Fadjar. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Tak Hanya Duta Bahasa Kepri, Mahasiswa UMRAH Andi Ampa Djaya Raih Juara Film Pendek Internasional

Andi Ampa Djaya, mahasiswa FKIP UMRAH, menunjukkan trofi dan sertifikat Juara I lomba berbalas pantun tingkat nasional di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, 2026. Foto - KJK Kepri

Komunitas Jurnalis Kepri Sembelih 1 Sapi dan 1 Kambing pada Idul Adha 2026, Perkuat Solidaritas dan Semangat Berbagi

Pengurus Komunitas Jurnalis Kepri (KJK), Novianto, menunjukkan sapi kurban yang akan disembelih pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat (6/6/2026). Foto - KJK Kepri

Kejati Kepri Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan, Kajati Lantik Pejabat Baru dan Tekankan Integritas

Jajaran pejabat Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat Eselon IV di Aula Sasana Baharuddin Lopa, Senin (25/5/2026). Foto - Kasi Penkum Kajati Kepri

Ketua KKSS Kepri Bangga, Andi Ampa Djaya Juara Duta Bahasa Kepri 2026

Ketua BPW KKSS Kepri, Ady Indra Pawennari, bersama Andi Ampa Djaya usai dinobatkan sebagai Juara II Putra Duta Bahasa Kepri 2026 pada malam puncak Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kepri di Ballroom Alltrue Hotel, Tanjungpinang, Kamis (21/5/2026). Foto - Istimewa