free page hit counter

Beragam Cara Pemkot Tanjungpinang Lawan Covid-19, Apa Saja?

Loading...

Suarasiber.com – Naiknya penyebaran Covid-19 di Tanjungpinang tak membuat diam Pemkot. Beragam kebijakan dan strategi dilakukan dengan tujuan agar warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 jumlahnya semakin menurun dan kasus kesembuhan semakin meningkat.

Wali Kota Tanjungpinang pun mengeluarkan surat edaran, selain sosialisasi, edukasi dan penertiban yang masih terus dilaksanakan. Edaran Wali Kota Tanjungpinang itu tentang Pengaturan Protokol Kesehatan pada Tempat Hiburan, Rumah Makan atau Sejenisnya, tempat ibadah.

“Sejak Maret 2020, jumlah kasus Covid-19 mengalami naik turun, namun kami tidak tinggal diam dan terus bekerja serta berupaya agar kasus ini semakin melandai sehingga masyarakat dapat memahami betapa pentingnya protokol kesehatan di masa pandemi ini,” ungkap Rahma, Minggu (23/5/2021).

Masih terkait upaya tadi, belum lama Wali Kota Tanjungpinang Hj Rahma SIP menerbitkan Peraturan Walikota Nomor 33 tahun 2021. Isinya masih sangat kental dengan Covid-19.

Secara garis besar panduan isolasi mandiri pasien terkonfirmasi Covid-19, baik yang menunjukkan gejala ringan atau tanpa gejala sekalipun. Pemkot Tanjungpinang pun menyawa Hotel Lohass di Bintan sebagai tempat isolasi, selain mereka yang melakukannya di rumah masing-masing.

Bagi warga yang seharusnya melakukan isolasi namun setengah hati melakukannya, Pemkot pun sudah menyiapkan sanksi. Termasuk untuk ASN, tentu saja.

Pelaksanaan vaksinasi sebagai usaha dan ikhtiar untuk memproteksi diri dan meningkatkan imun tubuh juga dilaksanakan dengan baik, dengan sasaran tenaga medis, guru, lansia, pelayanan publik.

“Target orang yang akan di vaksin di kota tanjungpinang sebanyak 157.525 orang. Lansia sebanyak 18.819 orang, dan untuk usia 18-59 tahun 138.706 orang. total yang sudah di vaksin sebanyak 35.801 orang atau sekitar 22.73%,” kata Rahma menyebutkan angka-angka.

Satpol PP pun dilibatkan, yang bekerja sama dengan satuan yang sama di Pemprov Kepri mengurai kerumunan yang berada di Tugu Sirih di Tepi Laut yang cukup ramai dikunjungi masyarakat.

Kini lokasi tersebut ditutup untuk sementara waktu agar tidak terjadi kerumunan yang akan mengakibatkan makin banyaknya masyarakat yang terpapar.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Kota Tanjungpinang dengan adanya Kampung Tangguh telah pun diterapkan di seluruh wilayah Kota Tanjungpinang.

Menurut Rahma, PPKM ini telah berjalan dengan baik atas kerja sama masyarakat, RT, RW, Lurah dan Camat dengan terus memberikan pemahaman terhadap 5M dan 3T kepada warga di wilayahnya masing-masing.

Rahma meminta dukungan masyarakat Kota Tanjungpinang untuk bersinergi, bahu-membahu serta terus meningkatkan disipilin protokol kesehatan. Karena selain semua yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah, tentunya diperlukan kesadaran dari masyarakat sendiri untuk menerapkan protokol kesehatan dalam berkegiatan sehari-hari.

“Pemko Tanjungpinang tanpa henti berjuang untuk masyarakat, dukungan seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang sangat diperlukan untuk terus bersinergi dan menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian. jangan lengah, karena pandemi ini masih ada,” lanjutnya.

Untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19, Rahma terus berupaya menggerakkan perekonomian masyarakat dan memajukan UMKM, juga menciptakan lapangan pekerjaan demi melawan dampak pandemi.

“Kita ketahui, pandemi ini melumpuhkan semua sektor, terutama ekonomi, untuk itu terus dilakukan berbagai upaya pemulihan ekonomi dengan menggerakkan masyarakat dan UMKM serta menciptakan lapangan pekerjaan agar roda perekonomian dapat terus bergerak,” pungkasnya. (mat)

Loading...