Kamis, 4 Juni 2026

Perjuangan Si Kerdil Jadi Guru Ini Begitu Menginspirasi

Tayang:


Tempatnya mengadu ialah Kacabdis Tanjunguban yang dijabat Faizal. Lalu Ruswati dipindahkan tugasnya ke sebuah SD di Teluksasah, dan tinggal di rumah dinas guru.

Sekolahnya belum dialiri listrik, sehingga ia ditemani ayahnya selama seminggu. Untuk mendapatkan air harus berjalan cukup jauh. Kala itu murid sekolah tempatnya mengajar hanya 30 orang.

Ruswati takut luar biasa saat ayahnya harus kembali ke Tanjungpinang, menemani mamaknya berjualan di warung. Malam hari adalah waktu yang terasa begitu panjang, apalagi ia menyadari kondisi tubuhnya.


Saat pagi akhirnya tiba, cobaan Ruswati belum berakhir. Justru anak-anak berteriak memanggilnya guru kok kecil, guru kuntet (kerdil) dan sebagainya. Namun hari berikutnya ia nyaman mengajar, bahkan sore harinya membantu mengajar di sebuah TPA.

ruswati sag 1
Perjuangannya untuk menjadi seorang pendidik bisa menjadi penebar semangat bagi generasi muda zaman now. Foto – dok ruswati

Tiga tahun kemudian, Ruswati ikut tes sebagai pengajar di Pondok Pesantren Madani Ceruk Ijuk, Bintan dan diterima. Ia menjadi guru asuh tahun 2006 sampai 2011.

Kekurangan fisik telah melahirkan begitu banyak tempaan bagi Ruswati. Ia hadapi semuanya dengan ikhlas. Ia bahkan aktif di kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Toapaya. Jabatannya sekretaris.

Ruswati juga didapuk di Seksi Pengembangan Organisasi, Adminsitrasi Sarana dan Prasarana KKG PAI Provinsi Kepulauan Riau. Baginya, ia harus aktif dan bekerja dengan baik. Pada tahun 2011 ia menjadi pemenang pertama Lomba Guru PAI SD tingkat Kabupaten Bintan.

Di tahun yang sama ia juara tiga Lomba Guru PAI SD tingkat Provinsi Kepulauan Riau.

Bukan kerdil sembarang kerdil
kerdil-kjerdil si cabe rawit
badan boleh saja kerdil
cita-cita setinggi langit

Itulah pantun yang senantiasa diperdengarkan Ruswati di depan khalayak tatkala melakukan presentasi atau sambutan di berbagai acara di Kabupaten Bintan.

“Kerdil justru membuat saya gampang dikenal,” tutur Ruswati.

Dan salah satu rezeki kerdil ialah tatkala ia menghubungi Kepala Kemenag Bintan Erman Zainuddin untuk mengisi halaman kata pengantar bukunya, Sepenggal Kisah si Guru Kerdil.

“Bapak ingat wajah saya?”

“Ya saya ingat, kamu lucu, kreatif, hebat dan bermartabat.”

Jawaban itu benar-benar membuat bahagia Ruswati, padahal ia mengirimkan pesan lewat WhatsApp, namun rupanya pejabat tersebut masih ingat dirinya.

Bahkan Guru kerdil ini begitu menarik menuliskan kalimat di salah satu sub judul bukunya Menanti Paket dari Allah.

Ia mengawalinya dengan satu kata, Nikah. Lalu titik.

Selamat Hari Guru Nasional. (man)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Bintan Raih Opini WTP ke-15 Berturut-turut, Roby Kurniawan Sebut Hasil Kerja Kolektif Seluruh OPD

Bupati Bintan Roby Kurniawan menerima LHP LKPD Tahun Anggaran 2025 dari Kepala BPK Perwakilan Kepulauan Riau, Selasa (2/6/2026). Foto - Diskominfo Bintan

Bupati Roby: Inovasi Harus Berkelanjutan, Galanova Award 2026 Jadi Pemacu Kinerja OPD Bintan

Bupati Bintan Roby Kurniawan menyerahkan penghargaan Galanova Award 2026 kepada perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bintan sebagai peringkat I Kategori Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Terinovatif di Bintan, Selasa (2/6/2026). Foto - Diskominfo Bintan

Bupati Roby Siapkan Layanan Home Care 21 Hari bagi Jemaah Haji Bintan yang Baru Pulang dari Tanah Suci

Bupati Bintan Roby Kurniawan menyalami jemaah haji asal Bintan saat penyambutan kepulangan Kloter BTH 01 Embarkasi Batam di Aula Arafah I Asrama Haji Batam, Senin (1/6/2026). Foto - Diskominfo Bintan

Bupati dan Wakil Bupati Bintan Hadiri Sholat Idul Adha, Serahkan Sapi Kurban Presiden RI

Bupati Bintan Roby Kurniawan di dampingi Sekda Bintan Ronny Kartika mengikuti Sholat Idul Adha 1447 Hijriah bersama masyarakat di Lapangan Bola Kampung Simpangan KM 16, Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, Bintan, Rabu (27/5/2026). Foto - Diskominfo Bintan