free page hit counter

Cuma Fingerprint yang Ditakuti Pegawai Pemprov Kepri

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Bukan gubernur, bukan juga sekretaris daerah (sekda), apalagi Kepala Biro Kepegawaian ang bisa membuat pegawai Pemprov Kepri patuh. Dan, mau ikut apel pagi.

Adalah pemandangan yang biasa melihat segelintir pegawai Pemprov Kepri apel pagi setiap hari. Jangankan apel pagi di hari biasa, apel pagi di hari Senin pun cuma dihadiri segelintir pegawai.

Foto – istimewa

Meski pembina upacara (apel) berbuih-buih mengomel di podium tentang kelangkaan pegawai yang apel pagi. Tapi tetap saja yang datang apel pagi cuma itu ke itu orangnya.

Uniknya, justru mereka yang hadir inilah yang selalu jadi sasaran omelan pembina apel (upacara) pagi.

Keunikan lainnya, adalah walau yang hadir apel cuma segelintir. Akan tetapi fingerprint pagi sebelum apel selalu penuh.

Nyaris tidak ada yang absen.

Rupanya, setelah datang fingerprint pagi sebelum apel, sejumlah mereka langsung masuk ke ruangan.

Sejumlah lainnya mencari sarapan di mana saja. Bagi yang tak punya kegiatan, usai sarapan mereka langsung pulang.

“Nanti mereka datang lagi untuj fingerprint pulang jam 4 (16.00),” sebut seorang pegawai Pemprov Kepri yang minta namanya ditulis Helmi, menjawab suarasiber.com, Senin (14/10/2019).

Kondisi itu sudah berlangsung bertahun-tahun, dan baru berubah saat apel pagi, Senin (14/10/2019). Saat seluruh lapangan upacara membeludak oleh kehadiran pegawai.

Halaman yang biasanya cuma diisi dua ratusan pegawai saat apel pagi, seakan tak mampu menampung peserta apel pagi.

Ada tiga ribuan pegawai yang hadir serentak. Usai apel biasanya langsung bubar. Kali ini, mereka berebut berdesakan untuk fingerprint kedua!

Ternyata, fingerprint kedua setelah apel inilah yang rupanya membuat para pegawai takut. Dan, terpaksa ikut apel pagi. Pasalnya, jika tidak fingerprint tunjangannya akan dipotong!

Arahan untuk melaksanakan dua kali fingerprint disampaikan melalui surat edaran Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah atas nama Plt Gubkepri. Surat edaran itu bernomor 800/3595/BPKSDM.02/2019 tertanggal 11 Oktober 2019

Makanya lapangan upacara penuh, dan kali ini pembina upacaranya adalah Plt Gubkepri Isdianto. Yang dalam arahannya menantang para eselon II, yang ogah-ogahan bekerjasama dengannya.

Bahkan, di belakangnya mengatakan akan mundur, dan memilih jabatan fungsional. (mat)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •