Kamis, 4 Juni 2026

Penyalip Tewas Mengenaskan, Rombongan Ini Batalkan Turing ke Trikora

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Marko, Narto, Yudi, Ari dan Igun, pagi itu, Minggu (2/9/2018) merencanakan bersantai ke Madu Tiga Resor dan Kace di Trikora. Mereka adalah penggemar sepeda motor bergaya klasik dan kuno. Rintiknya gerimis tak menyurutkan niat untuk tetap melajukan roda di aspal.

Sesampai di Simpang Senggarang, Marko dan teman-temannya yang tinggal di Tanjungpinang berhenti karena lampu traffic light menyala merah. Sesaat sebelum lampu hijau menyala, seorang perempuan mengendarai sepeda motor matik menyalip dengan kencang.

“Pas lampu hijau menyala, dia menyalip,” ujar Marko kepada suarasiber, Senin (3/9/2018).


Sebelum simpang Batu 16 atau simpang lintas barat, Marko dan teman-temannya melihat perempuan muda yang sebelumnya menyalip berhenti di tepi jalan. Ia lalu mengenakan mantel warna putih perak dengan paduan garis merah, biru dan kuning.

Karena memang berniat turing, menikmati perjalanan, rombongan ini melaju dengan pelan. Di tengah jalan perempuan muda tadi kembali melewati rombongan Marko.

Ketika perjalanan melewati Pos Polisi Gesek, hujan masih rintik-rintik. Mendekati Batu 22, Marko dan teman-temannya melihat kerumunan orang. Begitu mendekat, ia kaget. “Bukankah yang tergeletak di tengah jalan itu orang yang menyalipnya di tengah jalan tadi?” bisiknya dalam hati.

Marko dan teman-temannya mendekat. Dan lelaki asal Jawa Tengah ini tak menyangsikan lagi, yang tewas dengan helm masih menutupi kepala adalah orang yang menyalipnya. Namun ia merasa penasaran dengan sepeda motor yang dikenakannya.

“Karena mirip motor teman saya, saya berniat membuka helmnya untuk melihat wajahnya. Namun oleh beberapa orang tak diperbolehkan sebelum polisi datang,” ujar Marko yang mengaku masih kebayang pemandangan itu.

Akhirnya Marko tahu itu bukan temannya setelah polisi datang. Korban diketahui bernama Megawati, umurnya 19 tahun, kelahiran Dabo, Singkep 23 November 1999. Alamatnya di Jalan Kendal Sari No 61 Seijang, Tanjungpinang. Sedangkan pekerjaannya tertulis pelajar/mahasiswa.

Namun rombongan turing ini sudah kehilangan moodnya. “Saat diangkat untuk dibawa menggunakan ambulans, pergelangan kakinya terjuntai, kakinya juga. Sementara helmnya tak mau terlepas, bagaimana kami mau bersenang-senang di pantai sementara ada manusia lain yang tengah mengalami musibah seperti itu,” tutur Marko.

Tak pakai pikir panjang, tak pakai lama, ia pun mengajak teman-temannya putar balik lagi ke Tanjungpinang. Saat singgah di sebuah kedai kopi, Marko mengaku saat itulah ia merasakan kopi paling tidak enak seumur hidupnya. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Bintan Raih Opini WTP ke-15 Berturut-turut, Roby Kurniawan Sebut Hasil Kerja Kolektif Seluruh OPD

Bupati Bintan Roby Kurniawan menerima LHP LKPD Tahun Anggaran 2025 dari Kepala BPK Perwakilan Kepulauan Riau, Selasa (2/6/2026). Foto - Diskominfo Bintan

Bupati Roby: Inovasi Harus Berkelanjutan, Galanova Award 2026 Jadi Pemacu Kinerja OPD Bintan

Bupati Bintan Roby Kurniawan menyerahkan penghargaan Galanova Award 2026 kepada perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bintan sebagai peringkat I Kategori Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Terinovatif di Bintan, Selasa (2/6/2026). Foto - Diskominfo Bintan

Bupati Roby Siapkan Layanan Home Care 21 Hari bagi Jemaah Haji Bintan yang Baru Pulang dari Tanah Suci

Bupati Bintan Roby Kurniawan menyalami jemaah haji asal Bintan saat penyambutan kepulangan Kloter BTH 01 Embarkasi Batam di Aula Arafah I Asrama Haji Batam, Senin (1/6/2026). Foto - Diskominfo Bintan

Bupati dan Wakil Bupati Bintan Hadiri Sholat Idul Adha, Serahkan Sapi Kurban Presiden RI

Bupati Bintan Roby Kurniawan di dampingi Sekda Bintan Ronny Kartika mengikuti Sholat Idul Adha 1447 Hijriah bersama masyarakat di Lapangan Bola Kampung Simpangan KM 16, Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, Bintan, Rabu (27/5/2026). Foto - Diskominfo Bintan