TANJUNGPINANG (suarasiber) – Masyarakat disebut tidak peduli dengan caleg busuk, yang penting si caleg yang bisa mengakomodir kepentingannya yang akan dipilih.
Pendapat itu disampaikan akun Twitter@mrgoky1, Jumat (11/1/2019) sekitar pukul 18.09. Lengkapnya sebagai berikut:
“Karena umumnya masy tdk peduli pilih caleg busuk yg penting bisa mengakomodir kepentingan mrk mis jd pns, bisnis, hub keluarga atau 1 komunitas tertentu. Intinya sama2 busuk dan pandir..pemilih dan yg dipilih.”

Komentar itu dipostinf sebagai tanggapan atas tuips yang diposting Indonesian Corruption Watch (ICW) melalui akun @antikorupsi, Jumat (11/1/2019) pukul 14.49, dan disertai tagar #korupaikoknyaleg
“Akhirnya angkanya sudah bertambah lagi tweeps. 38 – 40 – 46, akankah bertambah lagi? Pertambahan angka ini adalah hasil dari partisipasi dan kesadaran kita bersama bahwa eks napi kasus korupsi mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Terima kasih ya, tweeps #koruptorkoknyaleg.”
Baca Juga :
Laurence, Pemilik Water Park yang Sukses di Jakarta, Balik ke Pinang, Ditipu Puluhan Miliar
Tiga Remaja Terseret Ombak Laut Natuna, Seorang Meninggal Dunia
Surau, Gereja, Vihara, Tak Dilewatkan untuk Dibersihkan
Dua KRI Satkat Koarmada I Dinakhodai Komandan Baru
Kades Landak: Bantu Saya Turut Serta Menegakkan Perda Pekat
Melalui tuips ini Indonesian Corruption Watch (ICW) melalui akun @antikorupsi, menginformasikan saat ini ada 46 orang caleg eks koruptor yang mencalonkan diri. Ada yang maju sebagai caleg DPR RI, DPRD provinsi/kabupaten/kota, dan DPD.
Salah seorang diantara yang diumumkan ICW itu, ada di Provinsi Kepri, yaitu di daerah pemilihan Kabupaten Lingga.
Nama-nama caleg eks koruptor ini diumumkan ICW melalui akun@antikorupsi, Jumat (11/1/2019) pukul 14.58 WIB dalam bentuk tabel. (mat)





