Banjir di Tembesi Tower Di-RDPU-kan DPRD Kota Batam

Loading...

Suarasiber.com – Sejak enam bulan lalu, permukiman warga di Tembesi Tower, Kota Batam menjadi langganan banjir. Warga pun menanyakan bantuan untuk mereka.

Banjir diduga dipicu karena parit yang ada tertimbun proyek yang dilakukan oleh PT Tanjung Piayu Makmur (TPM).

Melansir ulasan.co, kala itu, Ketua RT 03 RW 16 Kampung Tua Tembesi Tower, Andijamaludin mengatakan 25 KK mengungsi ke tempat yang lebih memedai saat banjir datang pada 22 April 2024 lalu. Menurutnya, dari sekian kali banjir, saat itu yang terparah karena ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

Warga pun khawatir dengan kondisi ini. Ia menyebutkan, hujan 5 – 10 menit saja permukiman tempatnya tinggal mulai tergenang.

Andijamaludin mengaku sudah menyurati lurah dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, untuk meminta solusi terkait permasalahan tersebut.

Senada dengan Andijamaludin, Ketua RW Tembesi Tower Fakhrudin membenarkan banjir yang kini menghantui warga.

Ia lantas mengungkapkan, sejauh ini belum ada bantuan dari Pemkot Batam.

“Kalau turun ke lapangan memang ada, namun bantuan apapun belum ada,” ujar Fakhrudin, didampingi Ketua RT 03 Andi Kamaludin dan tokoh masyarakat Saud Tambunan, Selasa (2/5/2024).

Keresahan warga Tembesi Tower ditindaklanjuti DPRD Kota Batam dengan menggelar RDPU pada 2 Mei 2024 siang.

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto menegaskan saat menanggapi masalah ini ia mengatakan salah satu kakinya ada di dewan.

Sementara satu kakinya menjadi milik rakyat yang terdampak banjir.

“Kami menjembatani permasalahan-permasalahan rakyat yang ada, termasuk banjir yang melanda permukiman di Tembesi Tower,” terangnya kepada suarasiber.com. (jas)

Editor Yusfreyendi

Loading...