free page hit counter

Lukas Enembe Tersangka KPK, Massa Pendukungnya Unjuk Rasa ke Jayapura

Loading...

Suarasiber.com – Massa yang datang dari berbagai daerah bergerak menuju Kota Jayapura, Selasa (20/9/2022). Hal ini buntut dari penetapan tersangka Gubernur Papua, Lukas Enembe, oleh KPK RI.

Simpatisan ini datang dari Sentani, Abepura dan sekitarnya. Namun kedatangan mereka sudah diantisipasi polisi yang berjaga-jaga.

Massa datang dengan berjalan kaki, mengendarai sepeda motor, truk hingga mobil pribadi. Upaya memasuki Jayapura sudah terlihat sejak pukul 08.45 WIT.

Guna menghindari berkumpulnya massa di satu titik, petugas membokade gerak mereka. Simpatisan Lukas Enembe dari Sentani ditahan di Lapangan Theys, massa dari Kamp Wolker ditahan di depan kampus Universitas Cenderawasih (Uncen). Sedangkan yang dari Abepura ditahan di Lingkaran Abepura.

Selain itu ada juga kumpulan massa di Expo Waena melakukan orasi sambil meneriaki tolak KPK di Papua. Polisi kompromi dengan koordinator aksi meminta agar massa pulang. Sejumlah orang diizinkan masuk ke lokasi demo, sementara ribuan lainnya diarahkan untuk pulang.

Dari tayangan televisi yang disaksikan suarasiber.com, Kapolres Jayapura, AKBP Hendrikus Maclarimboen juga menyerukan imbauan agar massa balik ke rumahnya masing-masing.

Sebelumnya, PPATK yang dilihat dari Youtube Menkopolhukan mengungkap temuan soal dugaan penyimpanan dan pengelolaan uang yang tidak wajar oleh Lukas Enembe.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menduga Lukas terlibat aktivitas perjudian di dua negara. Salah satu temuan ialah setoran tunai yang diduga disalurkan Lukas ke kasino judi. Nilainya mencapai setengah triliun rupiah.

Menko Polhukam Mahfud MD menyebutkan kasus yang dihadapi Lukas bukan hanya terkait dugaan gratifikasi Rp1 miliar.

Ada dugaan lukas memiliki manajer pencucian uang. Kasus lainnya juga masih dihadapi.

Sementara KPK yang juga hadir dalam pers rilis ini meminta agar Lukas dan pengacaranya kooperatif. Jika Lukas meminta KPK ingin memeriksanya di Papua, akan dilakukan dengan catatan masyarakat ditenangkan. Jika Lukas butuh dokter juga akan disediakan. (zainal)

Editor Nurali Mahmudi

Loading...