free page hit counter

Minyak Goreng Bersubsidi Rp14 Ribu Masuk Lingga

Loading...

Suarasiber.com- Upaya Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Lingga untuk mendatangkan Minyak Goreng Bersubsidi terealisasi.

Harga minyak sudah ditetapkan Rp14 ribu untuk satu liternya.

Dijadwalkan penjualan minyak goreng bersubsidi ini dimulai pada Jumat (1/7/2022).

“Saat ini minyak goreng bersubsidi tersebut sudah berlayar menuju Kabupaten Lingga. Kalau tidak ada kendala mulai Jumat sudah dapat dipasarkan,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro dan Menengah Kabupaten Lingga, Zulfikar melalui Kabid Perdagangan, Razwin Abdullah, Rabu (29/6/2022).

Dikatakannya, untuk penyaluran tahap pertama didatangkan 40.000 liter atau 40 ton minyak goreng bersubsidi yang akan diperoleh masyarakat.

Untuk satu kepala keluarga dibatasi 10 liter untuk satu bulan.

“Masyarakat dapat langsung mendatangi distributor resmi yang ditunjuk ke ruko di kawasan Setajam dari Singkep dengan membawa fotokopi kartu keluarga dan jeriken sendiri,” sebutnya.

Untuk daerah yang jauh dari distributor minyak goreng bersubsidi dapat melakukan pembelian secara kolektif.

“Contohnya setiap kecamatan dibentuk satu orang koordinator dengan mengumpulkan berapa banyak kepala keluarga yang membutuhkan. Harga tetap seperti yang ditetapkan, mungkin ditambah dengan biaya transportasi,” jelasnya.

Razwin menegaskan, minyak goreng bersubsidi tidak diperbolehkan dijual kembali oleh masyarakat yang mendapatkan.

Sanksi tegas dari Satgas Pangan akan diberikan kepada masyarakat atau toko yang kedapatan menjual minyak goreng bersubsidi ini.

“Bersama Satgas pangan kami akan terus melakukan pengawasan peredaran minyak goreng bersubsidi,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakan, untuk memenuhi seluruh sektor kebutuhan minyak goreng bersubsidi saat ini bersama instansi terkait, pihaknya tengah melakukan pendataan kebutuhan minyak goreng bersubsidi.

“Untuk kebutuhan UMKM misalnya, tidak sama dengan kebutuhan keluarga yang dipatok 10 liter untuk setiap bukan. Bisa saja berlebih, nantinya data yang diperoleh akan disampaikan untuk menambah kuota,” terang Razwin.

Diharapkan dengan beredarnya minyak goreng bersubsidi ini dapat membantu masyarakat dan UMKM dapat berkembang di tengah mahalnya harga minyak goreng kemasan.

“Dengan adanya minyak goreng bersubsidi ini diharapkan pelaku UMKM dapat mengembangkan usaha,” imbuhnya. (tengku)

Editor Yusfreyendi

Loading...