Selasa, 9 Juni 2026

Soal Mahalnya Harga Sayuran di Batam, Ini Penjelasan Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan Batam, Noor Azis

Tayang:


Suarasiber.com – Warga Batam yang mengonsumsi atau berjualan menggunakan bahan utama sayuran belakangan ini mengeluh. Persoalannya harga sayuran membuat mereka harus pintar-pintar menyiasatinya.

Linda, penjual lotek di Batam Centre mengaku jualannya tak lagi bisa menggunakan bayam, kangkung dan ubi banyak-banyak.

“Biasanya saya menjual lotek atau pecel dengan bahan sayuran, baik itu bayam, kangkung, daun ubi dan juga mentimun. Tapi karena mahal, saya kurangi sedikit bahan – bahan sayur itu tadi dan saya ganti dengan bahan lainnya yang lebih murah,” ungkapnya kepada suarasiber.com, Selasa (30/1/2024).


Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Batam, Noor Azis berada di kebun sayurannya. Foto – suarasiber.com/asih

Bukan hanya Linda mengeluhkan harga sayuran di Batam. Warga Tanjungpiayu bernama Asna yang menjual pecel keliling juga pusing tujuh keliling.

“Sejak sayuran mahal, saya ganti bayam, kangkung dan daun ubi dengan pecel bahan mi dan ba’wan. Masa iya bayam aja dah harga 30 ribu satu kilo. Mana ada untung lagi lah,” keluhnya.

Suarasiber.com kemudian mengonfirmasi hal tersebut kepada Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Batam, Noor Azis, di kebunnya.

Ia sampaikan, mahalnya sayuran disebabkan cuaca, curah hujan yang tinggi terus menerus mengakibatkan tanaman yang ditanam banyak yang rusak. Ada juga yang tergenang sehingga tidak sedikit yang mati.

Salah satu lahan perkebunan milik warga Batam menunggu waktu yang tepat untuk kembali menanam sayuran. Foto – suarasiber.com/asih

Kondisi seperti ini menurut Aziz berlangsung pada bulan November hingga Januari. Kemudian hujan akan berhenti di pengujung Januari dan diikuti angin utara yang berhembus sepanjang hari.

Fenomena alam seperti itu membuat petani tak bisa mengolah lahan karena becek.

“Tidak bisa dilakukan pengolahan lahan pada saat lahan becek atau berair juga menjadi penyebab para petani tidak bisa bercocok tanam. Otomatis sayuran itu harus dipasok dari luar daerah, ya mahal jugalah tentunya,” kata Noor Azis, Rabu (31/1/2024).

Ketika persoalan sayur hendak dikonfirmasi kepada Kadisperindag Pemerintah Kota Batam, Gustian Riau, beberapa kali suarasiber.com datang ke kantornya ia tidak berada di tempat. (jas)

Editor Yusfreyendi

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Ery Suandi dan Muhd. Dali Kenakan Jas Demokrat, Resmi Menjadi Keluarga Besar Partai Demokrat

Ketua DPD Partai Demokrat Kepri bersama jajaran pengurus berfoto sambil bergandengan tangan usai Musda V Demokrat Kepri di Ballroom Golden View Hotel, Batam, (7/6/2026).Foto - Suarasiber.com /Zainal

Aneng Kantongi Dukungan Penuh, Jadi Satu-satunya Calon Ketua DPD Demokrat Kepri di Musda V

Proses verifikasi bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) periode mendatang berlangsung di Batam, Sabtu (6/6/2026). Foto - Suarasiber.com/zainal

Seleksi Polri 2026 di Polda Kepri Berjalan Transparan, 100 Peserta Lolos ke Rikkes Tahap II

Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo memimpin Sidang Terbuka Menuju Rikkes Tahap II Seleksi Penerimaan Terpadu Anggota Polri TA 2026 di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Batam, Kamis (4/6/2026). Foto - Humas Polda Kepri

Pembangunan Wakaf Rumah Qur’an Batam Berlanjut, BWI Ajak Masyarakat Gotong Royong Wujudkan Pusat Generasi Qur’ani

Pekerja melakukan pengeboran borpile pondasi pembangunan Wakaf Rumah Qur'an (WRQ) Batam di Kota Batam, Kepulauan Riau. Foto - istimewa