free page hit counter

Makan Kerupuk, Lomba Agustusan yang Melegenda

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Makan kerupuk jika dilakukan saat peringatan Hari Kemerdekaan RI yang selalu dirayakan setiap 17 Agustus akan berbeda. Harus diakui bahwa lomba ini seolah menjadi legenda setiap kali datang 17 Agustus di negeri ini.

Lomba ini biasanya satu paket dengan lomba balap karung, lomba tarik tambang dan panjat pinang. Semuanya serba ramai dan merakyat.

Khusus lomba makan kerupuk, biasanya dilakukan dengan menggantungnya di seutas tali. Tali ini bagian atasnya diikat pada tali lain yang diikatkan kedua ujungnya di tiang yang kuat.

Karena pesertanya memiliki tinggi badan yang tak sama, maka panjang pendek tali penggantung harus bisa diatur. Yang pesertanya pendek talinya dipanjangkan, dan sebaliknya.

Bapak-bapak di Perumahan Taman lembah Hijau beradu cepat habiskan kerupuk. Sumber: YouTube.com/Redaksi SuarasiberDotCom

Bapak-bapak dan anak-anak di Perumahan Taman Lembah Hijau, Kelurahan Batu IX, Tanjungpinang, Kepri pun tampak saling adu cepat. Kerupuk yang ada di depan wajah mereka pun digigit dengan beragam teknik.

Ada yang sungguh-sungguh, ada yang memang ingin menghibur diri. Rio, Candra, Imam dan sejumlah warga yang ikut lomba mengaku senang.

“Memeriahkan hari kemerdekaan. Dulu pejuang kita mengorbankan nyawa, ” ujarnya.

Makan Kerupuk Tak Sama Tiap Daerah

Lomba balap karung juga masih sering dilaksanakan saat Agustusan. Foto-semangatmath.wordpress.com

Namun lomba ini berbeda antara satu daerah dengan lainnya. Ada daerah yang hanya menggunakan kerupuk warna putih atau merah. Kalau dicermati saat ini, warna kerupuk memang beragam. Ada yang kuning atau cokelat.

Ada juga yang menggunakan kerupuk ukuran besar. Tentu saja harapannya peserta akan lebih lama menghabiskannya di tali gantungan. Selain itu, tak semuanya lomba makan kerupuk dengan cara digantung.

Ada daerah yang mengadakan lomba makan kerupuk plus nasi dan lauknya. Sementara di ujung sana ada lomba tarik tambang, lomba makan kerupuk tetap tak sepi peserta.

Baca Juga:

Hiburan Rakyat, Isdianto Singgung Wisata dan Narkoba

Masyarakat Kampung Melayu, Senggarang, Kepri, Upacara 17 Agustus di Atas Laut

Di beberapa daerah di Jawa Timur, Misalnya, ada yang menaburkan kecap atau sambal di atas kerupuk yang digunakan untuk lomba. Semuanya dilakukan dengan cara dan gaya berbeda semata-mata untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

Kerupuk adalah makanan ringan yang umumnya dibuat dari adonan tepung tapioka yang dicampur dengan bahan lainnya. Adonan kerupuk biasanya dikukus terlebih dahulu hingga matang, lantas dikeringkan di bawah sinar matahari hingga kering. Setelah kering kerupuk digoreng hingga mengembang.

Sejarah Lomba Makan Kerupuk

Anak-anak Permumahan Taman Lembah Hijau berjoget balon, asyiiik. Sumber: YouTube.com/Redaksi SuarasiberDotCom

Mungkin ada yang bertanya mengapa ada lomba makan kerupuk di setiap bulan Agustus? Kalau lomba panjat pinang dan lomba balap karung dianggap lebih “berat” karena butuh banyak energi. Sementara makan kerupuk bisa dikatakan semua orang sejat bisa melakukannya.

Dari sejumlah referensi, lomba makan kerupuk diadakan untuk mengenang perjuangan zaman dahulu. Zaman penjajahan, sangat sulit untuk mendapatkan lauk pauk yang enak.

Sebagian warga Indonesia, termasuk pejuang yang bergerilya hanya mampu makan seadanya. Salah satunya berupa nasi putih dan kerupuk. Untuk mengingat masa-masa sulit dalam perjuangan itulah, masyarakat Indonesia melestarikan lomba makan kerupuk.

Ini juga masih dilestarikan di Agustusan. Foto – tripjalanjalan.com

Selain untuk memperingati perjuangan warga Indonesia saat masa penjajahan, terdapat manfaat dari lomba makan kerupuk. Diantaranya dapat mempersatukan satu sama lain, bisa memahami pentingnya bersyukur atas kemerdekaan yang diraih negeri ini dan juga membangkitkan rasa percaya diri.

Bisa diartikan, lomba ini menjadi simbol keprihatinan tentang kondisi rakyat Indonesia zaman susah ditunjukkan pula lewat lomba makan kerupuk yang dijadikan simbol pangan.

Agustusan adalah Gotong Royong

Bungkus Hadiah Lembah Hijau
Ibu-ibu Perumahan Taman Lembah Hijau menyiapkan snack dan membungkus hadiah. Foto -istimewa

Di Perumahan Taman Lembah Hijau, lomba Agustusan selalu diadakan di dalam komplek. Sudah menjadi tradisi, sebelum tanggal 17 diadakan rapat untuk membahas jenis lomba yang akan diadakan.

Untuk biayanya, digunakan uang kas perumahan yang disetorkan warga setiap bulan. Uang kas ini dibayarkan sekalian dengan uang keamanan. Namun beberapa warga ada yang menyumbang secara pribadi. tahun ini

“Tahun ini ada tiga orang yang menyumbang uang untuk tambahan membeli hadiah. Alhamdulillah setiap tahun bisa mengadakannya sendiri di perumahan ini,” kata Ketua Perumahan Taman lembah Hijau, Aryantono kepada suarasiber.

Tak ada yang memanfaatkan jasa orang luar perumahan. Pagi hari sebelum lomba dimulai, sejumlah ibu-ibu perumahan sibuk memasukkan snack ke dalam plastik. Makanan ini nanti dibagikan kepada seluruh anak di Taman lembah Hijau.

Selain itu juga membungkus hadiah-hadiah untuk para pemenang lomba. Sementara ibu-ibu menyiapkan hadiah, bapak-bapak menyiapkan arena untuk lomba.

Dan salah satu yang tetap dipertahankan di sini ialah lomba makan kerupuk. (man)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •