Sabtu, 29 November 2025

Coca Cola Bisa Padamkan Kobaran Api, tetapi Tidak Disarankan

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Sebuah video pendek berdurasi sekitar 22 detik beredar melalui grup WhatsApp, Senin (12/8/2019). Isinya tentang penanganan kebakaran skala kecil dengan menggunakan sebotol minuman jenis Coca Cola.

Di video itu terlihat seseorang menggunakan baju pemadam kebakaran, dan berhadapan dengan api skala kecil tengah berkobar. Pria itu kemudian menuangkan sesuatu cairan ke arah api. Kobaran api kemudian membesar.

Sesaat kemudian, pria berseragam pemadam kebakaran mengambil sebotol minuman Coca Cola, ukuran botolnya sekitar 1,5 liter.


Selanjutnya, orang tersebut membuka tutul botol minuman, dan menutupnya kembali dengan ujung jemarinya. Botol itu kemudian dikocok, dan dalam hitungan detik diarahkan ke kobaran api.

Semburan minuman yang berasal dari kocokan botol, membuat kobaran api padam. Video pendek itu juga disertai dengan narasi singkat. Yang isinya seperti di bawah ini:

“Pemadam kebakaran di Hong Kong menyarankan menyimpan sebotol Coca-Cola di rumah dan bukan mengambil air jika berlaku kebakaran. Gunakan sebotol Coca-Cola. (di dalam mobil juga, lebih murah & lebih baik daripada pemadam api )

Caranya adalah mudah. Cukup buka tutup, tutupkan ibu jari anda di mulut botol, goncang (botol) dan arahkan ke api. Dalam beberapa saat, anda dapat mengendalikan api dengan cepat.”

Dikonfirmsi suarasiber.com, Senin (12/8/2019), terkait kebenaran video itu, Kepala Seksi Operasional Kantor SAR Tanjungpinang, Eko Supriyanto, mengatakan bisa saja. Namun, untuk pastinya dia menyarankan konfirmasi ke ahlinya, pemadam kebakaran.

Raja Mukmin, yang berpengalaman sebagai pemadam kebakaran di Kota Tanjungpinang, mengatakan untuk kondisi darurat bisa saja dipakai cara itu. Namun, tidak disarankan, dan langkah antisipasi terbaik, adalah menyediakan tabung api.

“Sebaiknya tetap menggunakan tabung api. Setiap rumah sebaiknya punya satu tabung api, untuk antisipasi. Satu tabung harganya sekitar Rp700an ribu dengan masa kedaluwarsa satu tahun,” jelasnya.

Tabung api, sebaiknya digantung di dinding, dan setiap seminggu sekali diguncang. Agar, bubuk antiapi di dalamnya tidak beku. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Raja Eswatini Ini Memiliki 70 Istri dan Lebih dari 200 Anak

Suarasiber.com - Kerajaan Eswatini—sebelumnya bernama Swaziland—merupakan satu-satunya negara di...

Bangkit dari Kebangkrutan, Pengusaha China Ini Sukses Jualan Sosis Bakar hingga Raup Rp462 Juta per Hari

Seorang pengusaha asal China, Tang Jian (57), menjadi sorotan...

Viral di Media Sosial: Perempuan India Nikahi Dua Saudara dalam Satu Upacara

Suarasiber.com (India) – Seorang perempuan bernama Sunita Chauhan viral...

Cuti Pernikahan Ditolak, Guru di Malaysia Gagal Hadiri Resepsi Sendiri, Kisahnya Viral dan Picu Reaksi Publik

Suarasiber.com (Tanjungpinang) – Seorang guru perempuan di Seremban, Negeri...