free page hit counter

Belajar Lewat Instagram, Endy Sukses Buka Bengkel

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Instagram, Facebook, WhatsApp atau aplikasi lain bisa dimaksimalkan untuk tujuan bisnis. Salah satunya dilakukan oleh Endy, warga Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau yang sukses membuka bengkel motor balap.

Endy adalah pemilik TPC NoLimit Attack, bengkel sepeda motor yang mengkhususkan diri pada ngoprek mesin untuk drag bike dan road race. Bengkelnya yang ada di Jalan Tanjunguban – Simpang Senggarang bukan hanya lengganan para pebalap Tanjungpinang atau Kepri.

“Ini baru ngerjakan pesanan dari Makassar,” ujar Endy saat suarasiber mengunjungi bengkelnya, Rabu (25/9/2019) malam.

Proses belajar ilmu bengkel yang dimiliki Endy termasuk unik. Selain memang suka dengan dunia balap, ia belajar secara online menggunakan Instagram dari ahlinya, Nanang Dwi Purnomo. Nanang sendiri tinggal di Yogyakarta, sementara Endi di Tanjungpinang.

instagram 2
Sejumlah karyawan bengkel TPC NoLimit Attack, harus terbiasa bekerja dari malam sampai siang. Foto – machfut/suarasiber

Dimintai keterangan berapa kali bertemu untuk belajar, Endy justru tertawa.

“Saya sama Mas Nanang bahkan belum pernah jumpa sekalipun,” imbuhnya, lalu tertawa ngakak.

Menurut Endy, ia hanya sekolah sampai kelas 2 SMP di Tanjugpinang. Namun sejak kecil ia sudah hobi balapan. Beruntung orang tuanya mendukung bakatnya tersebut.

Endy yang biasa dipanggil Apek dan sekarang berusia 30 tahun ini menambahkan, ia menjadi joki balap sejak 2006 silam. Bahkan ia masih ingat motor pertama yang menjadi tunggangannya di arena balap yaitu Jupiter keluaran tahun 2004.

Sepak terjang Endy tak hanya di arena balap Tanjungpinang. Melainkan sampai ke Kota Batam dan Kabupaten Karimun. Saat itu masih ada satu kelas yakni 115 cc atau bagi pembalap biasa disebut MP4.

Tahun 2009, ayahnya mendirikan bengkel sepeda motor untuk servis standar. Kemudian 2012 Endy diserahi bengkel tersebut dan oleh dia dikhususkan ngoprek mesin motor untuk keperluan drag bike dan road raca.

Endy menyadari, latar belakangnya pembalap bukan mekanik. Dari situlah ia akhirnya rajin browsing dan mencari-cari seseorang yang bisa dimintai ilmu saat ia menghadapi masalah mesin. Dan akhirnya ia bertemu dengan Nanang, yang sejak itu rajin berkomunikasi via Instagram.

Diakui Endy, belajar bisa dilakukan dengan banyak cara. Ia percaya jika online adalah salah satu cara paling mudah digunakan untuk belajar jarak jauh. Ia memberikan contoh dirinya sendiri dengan Nanang.

ENdy mengenang, awal mendirikan bengkel mesin motor untuk drag race dan road race banyak yang meremehkannya. Ia melihat hal itu wajar, sebab selama ini mereka lebih banyak mengenal ia di atas motor, balapan.

Kini Endy melalui bengkel NoLimit TPC Attack miliknya ia memberikan bukti. Dan hasil oprekan bengkelnya telah banyak merajai arena balap di Kepri. Melihat hasil kerjanya, kini Endy tak perlu lagi repot-repot mencari pelanggan.

Belajar bahwa dunia online bisa menjembatani jarak, Endy un menggunakannya untuk berbisnis. Hasilnya bukan hanya warga Tanjungpinang memercayakan mesin motornya pada bengkelnya.

Ditambahkan Endy, perlu biaya yang tak kecil untuk mengoprek sebuah mesin motor agar andal dipacu di arena road race atau drag bike.

“Namun bagi mereka yang hobi, uang tak menjadi masalah. Itulah yang saya tangkap dari banyak pelanggan saya. Yang penting kualitas mesin motor balapnya aduhai,” imbuhnya.

Dan TPC NoLimit Attack menggila, dalam artian bekerja sungguh-sungguh mengerjakan pesanan konsumen agar tidak mengecewakan. Cara kerja yang terbukti ampuh menarik calon konsumen lain untuk menjadi pelanggan tetap.

Bengkel TPC NoLimit Attack juga memiliki jam kerja yang tidak lumrah. Kebanyakan, bengkel kendaraan buka pagi sampai sore. Namun Endy justru membuka bengkelnya sejak malam dan tutup saat kerjaan selesai. Jika sampai siang, yang membantunya mengerjakan pesanan ditambah uang lembur.

Ia pun mengatakan, “Gunakan teknologi dengan tepat, untuk bisnis misalnya. Dan jangan anggap remeh hasilnya kalau kita bisa memanfaatkan Facebook, Twitter atau Instagram.” (mft)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •