Jumat, 5 Juni 2026

Apa Kelebihan Pulau Basing yang Direncanakan Jadi Tujuan Wisata Baru di Tanjungpinang?

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang terus menjadikan situs sejarah dan cagar budaya sebagai destinasi wisata baru bagi wisatawan yang berkunjung ke ibu kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Salah satunya adalah Benteng Pulau Basing yang terletak di Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari.

Dengan panjang sekitar 750 meter dan lebar 440 meter, pulau Basing menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan.


Pulau Basing dapat dicapai dalam waktu singkat, sekitar 5 menit menggunakan pompong dari pantai Tanjung Siambang.

Ketika menginjakkan kaki di pulau Basing, mata pengunjung akan disajikan dengan pemandangan alam yang memesona.

Tak hanya keindahan alam, Pulau Basing juga memamerkan struktur bangunan tembok mirip benteng serta bangunan kecil layaknya gua sebagai pintu masuk. Sebuah sumur tua di depannya menambah daya tarik sejarah pulau ini.

Kepala Disbudpar Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri melalui Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya, Wimmy Dharma Hidayat menyampaikan sebagai langkah untuk memantapkan pulau Basing sebagai destinasi wisata, pihaknya melakukan napak tilas bersama juru pemelihara se- kota Tanjungpinang.

Mereka diajak untuk merasakan pengalaman bahwa setiap cagar budaya memiliki daya tarik sebagai objek wisata.

“Setiap cagar budaya memiliki potensi menjadi destinasi wisata. Pulau Basing memiliki objek wisata yang sangat mengagumkan, baik itu sejarah dan juga alamnya,” kata Wimmy, Rabu (13/12/2023).

Ditambahkan, Pejabat Fungsional Pamong Budaya Madya, Syafaruddin, bahwa menurut cerita, pulau Basing ini dahulunya hanya sebagai tempat pesenggarahan para pelayar dari Penyengat ke Lingga.

Biasanya mereka singgah ke pulau Basing itu, untuk berlindung dari angin kencang atau mencari perbekalan air minum.

“Dengan kawasan hamparan tanah yang datar dan ditemukan juga sejumlah pecahan bekas minuman sake, ada cerita bahwa pulau Basing pada masa lalu dijadikan lokasi untuk bersenang-senang,” ucapnya.

Namun, dibalik berbagai kisah itu, menurut Syafaruddin, fokus kini adalah bagaimana memanfaatkan keindahan alam dan sejarah pulau Basing untuk tujuan pariwisata yang menarik.

“Pulau Basing dapat menjadi destinasi wisata edukatif bagi anak sekolah dan juga menjadi tempat nyaman untuk family gathering. Kami berupaya untuk mengembangkan pulau ini dengan konsep yang menarik,” pungkasnya. (***)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Sertifikasi Halal Jadi Standar Daya Saing Produk Daerah, Wali Kota Tanjungpinang Dorong Pelaku Usaha Siap Hadapi Wajib Halal 2026

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyerahkan sertifikat halal secara simbolis kepada pelaku usaha saat Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026 di Gedung Dekranasda Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Kamis (4/6/2026). Foto - Diskominfo Tanjungpinang.

Korupsi Kredit Mikro BRI Tanjungpinang Rugikan Negara Rp4,07 Miliar, Kejati Kepri Tetapkan Tersangka Kelima

Aspidsus Kejati Kepri Ismail Fahmi memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers di Kantor Kejati Kepri, Tanjungpinang, Rabu (3/6/2026). Foto - istimewa

Banyak Orang Masuk Sauna untuk Berkeringat, Teknologi Ini Diklaim Beri Manfaat Lebih dari Sekadar Relaksasi

Pengelola dan tim Biohacking Sauna Zetta Wellness berfoto di depan lokasi layanan sauna kesehatan berbasis teknologi di Kompleks Pertokoan Bintan Centre, Tanjungpinang, Selasa (2/6/2026). Foto - Suarasiber.com/sya.

Pot Bunga dan Bak Mandi Semen Tanjungpinang Makin Diburu, Berawal dari Belajar YouTube Kini Jadi Sumber Penghasilan

Pot bunga hias minimalis menghiasi pekarangan rumah modern, memberikan sentuhan estetika sekaligus mempercantik lanskap hunian,Selasa(2/6/2026). Foto - Istimewa