Kamis, 4 Juni 2026

Ada Polisi atau Tidak, Marka di Simpang Maut Tetap Diterobos Pengendara

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Road barrier atau pembatas jalan yang juga jadi rambu marka jalan di “simpang maut” Jalan Basuki Rahmat – Jalan Wiratno – Jalan Lembah Purnama – Jalan ke Jembatan 3 Dompak, Tanjungpinang. tak mampu mencegah prilaku menyimpang sejumlah pengguna jalan.

Khususnya pengguna kendaraan bermotor beroda dua. Pembatas jalan ini menjadi solusi sementara yang dipasang Satlantas Polres Tanjungpinang. Setelah laka maut yang menewaskan seorang ibu, beberapa waktu lalu.

Agar kejadian serupa tak terulang. Karena untuk merekayasa ulang persimpangan itu, Dishub Kepri harus menunggu konsultan lebih dulu.


Faktanya, pengendara sepeda motor tetap menerobos. Redaksi suarasiber.com, Senin (28/1/2019) siang, melihat langsung 2 unit sepeda motor menerobos dari arah Jalan Wiratno tujuan ke Jalan Lembah Purnama.

Pengendara lain dari arah berlawanan, Jalan Basuki Rahmat, terpaksa mengerem kendaraannya agar tidak terjadi lakalantas.

Tak cuma diterobos, road barrier yang sudah diisi air agar berat ternyata juga digeser. Supaya bisa dilalui kendaraan. Jangankan tak ada polisi, ada polisi pun tetap diterobos.

Baca Juga:

Di Sini Tempatnya Belanda Menimbun Minyak

Mimpi Kerja di Malaysia Melayang, Modal Rp 3,5 Juta Pun Hilang

Tanjungpinang Macet Parah, Simpang Pamedan ke Simpang Kota Piring Butuh Waktu 1 Jam Lebih

Pemilik Honda Jazz di Batam Deklarasikan HJCI

Sejak Ada Lampu Merah Albaik, Warga Menjaga Mulutnya Lebih Baik

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kasatlantas Polres Tanjungpinang AKP Krisna Yowe Ramadhani, membenarkannya. Berulangkali juga Krisna menjumpai penerobos seperti itu.

Nasib baik, mereka tak ditilang dan hanya dikasih teguran serta perintah agar melalui U-turn di depan eks Kantor Gubkepri. Bukannya terima kasih karena tidak ditilang, sebaliknya malah mengomel.

“Saya sendiri pernah sehari sampai 2 kali perbaiki posisi yang digeser. Pagi lewat situ lihat tergeser saya perbaiki. Balik pulang dari kantor lewat situ, lihat sudah tergeser lagi,” kata Krisna.

Seorang warga, Amran, yang ditemui di tepi jalan karena melihat suarasiber.com memotret road barrier, menilai simpang maut sebagai rekayasa jalan terburuk yang pernah dilihatnya.

“Ada 5 atau 6 jalan yang bertemu di simpang itu, apa tak buruk kali rekayasa jalannya. Tambahan pula yang dari arah jembatan Dompak ujungnya letter T. Bahaya betul,” ucap Amran, sembari berharap rekayasa jalan di simpang maut itu cepat diperbaiki. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Banyak Orang Masuk Sauna untuk Berkeringat, Teknologi Ini Diklaim Beri Manfaat Lebih dari Sekadar Relaksasi

Pengelola dan tim Biohacking Sauna Zetta Wellness berfoto di depan lokasi layanan sauna kesehatan berbasis teknologi di Kompleks Pertokoan Bintan Centre, Tanjungpinang, Selasa (2/6/2026). Foto - Suarasiber.com/sya.

Pot Bunga dan Bak Mandi Semen Tanjungpinang Makin Diburu, Berawal dari Belajar YouTube Kini Jadi Sumber Penghasilan

Pot bunga hias minimalis menghiasi pekarangan rumah modern, memberikan sentuhan estetika sekaligus mempercantik lanskap hunian,Selasa(2/6/2026). Foto - Istimewa

Wali Kota Lis Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden RI Seberat 1,04 Ton di Tanjungpinang

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, bersama tokoh agama dan masyarakat menyaksikan penyembelihan sapi kurban bantuan Presiden RI seberat 1,04 ton di Masjid At-Taubah, Tanjungpinang, Rabu (27/5/2026). Foto - Diskominfo Tanjungpinang

Tak Hanya Duta Bahasa Kepri, Mahasiswa UMRAH Andi Ampa Djaya Raih Juara Film Pendek Internasional

Andi Ampa Djaya, mahasiswa FKIP UMRAH, menunjukkan trofi dan sertifikat Juara I lomba berbalas pantun tingkat nasional di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, 2026. Foto - KJK Kepri