Suarasiber.com (Tanjungpinang) — Lonjakan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, meningkat signifikan hingga mencapai 3.000 orang pada hari ketiga Lebaran 2026. Peningkatan ini mendorong Polsek Tanjungpinang Kota memperketat pengamanan guna menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan selama libur Idulfitri.
Data yang dihimpun menunjukkan, jumlah wisman di Pulau Penyengat mengalami tren kenaikan sejak hari pertama Lebaran. Pada hari pertama tercatat sebanyak 1.700 wisman, meningkat menjadi 2.500 wisman pada hari kedua, dan kembali melonjak menjadi 3.000 wisman pada hari ketiga.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman ke Pulau Penyengat mengalami peningkatan sekitar 30 persen. Selain wisatawan lokal, kunjungan juga didominasi wisman asal Singapura dan Malaysia.
Pulau Penyengat dikenal sebagai destinasi wisata sejarah dan religi di Kepulauan Riau. Wisman tidak hanya mengunjungi situs-situs bersejarah, tetapi juga menikmati ragam kuliner khas yang tersedia di kawasan tersebut.
Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Ranu Indra Dikarta melalui Kapolsek Tanjungpinang Kota AKP Monang P. Silalahi menyampaikan bahwa peningkatan jumlah wisman menjadi perhatian serius aparat kepolisian, Senin, (23/3/2026).
“Saat ini kami masih melaksanakan Operasi Ketupat Seligi 2026. Salah satu fokusnya adalah pengamanan di lokasi wisata agar para wisman merasa aman dan nyaman selama berkunjung,” ujar AKP Monang.
Ia menegaskan, hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lokasi wisata, termasuk Pulau Penyengat, masih dalam kondisi kondusif tanpa adanya kejadian menonjol.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terkait keselamatan transportasi laut yang menjadi akses utama menuju Pulau Penyengat.
Kapolsek mengimbau para wisman untuk selalu memperhatikan keselamatan saat menggunakan transportasi pompong. Wisman diminta menggunakan jaket pelampung serta tidak memaksakan diri berangkat jika kapasitas kapal sudah melebihi batas maksimal.
“Kami mengingatkan agar wisatawan selalu menggunakan life jacket dan tidak naik pompong yang melebihi kapasitas demi keselamatan bersama,” kata Monang.
Selain itu, masyarakat dan wisatawan juga diminta segera melaporkan jika menemukan potensi gangguan kamtibmas. Laporan dapat disampaikan melalui Call Centre 110 agar dapat ditindaklanjuti secara cepat oleh pihak kepolisian.
Lonjakan wisman di Pulau Penyengat selama Lebaran 2026 menunjukkan peningkatan signifikan sektor pariwisata daerah. Dengan pengamanan yang diperketat melalui Operasi Ketupat Seligi 2026, diharapkan kunjungan wisman ke Pulau Penyengat tetap aman, tertib, dan nyaman. (Znl)
Editor Syaiful





