Jumat, 5 Juni 2026

Bupati Lingga Ditetapkan Jadi Sekjen KOPEK

Tayang:


BALI (suarasiber) – Bupati Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), Alias Wello ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Koalisi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK).

Penetapan itu disampaikan secara langsung oleh Ketua Umum KOPEK, Prof. Nelson Pomalingo pada pembukaan acara Seminar Kelapa Internasional di Taman Sukasada Ujung, Karangasem, Bali, Minggu (15/9/2019).

“Hari ini, dengan kesepakatan kita bersama para anggota, kita tetapkan Sekjen KOPEK yang baru, yaitu Bupati Lingga, Alias Wello,” ungkap Nelson yang saat ini menjabat sebagai Bupati Gorontalo.


Menurut dia, penetapan orang nomor satu di bumi “Bunda Tanah Melayu” itu, merupakan bagian dari upaya untuk merespon aspirasi para anggota KOPEK yang menghendaki adanya restrukturisasi organisasi.

“Selama ini, kita lihat Bupati Lingga cukup aktif di organisasi dan selalu hadir di tengah-tengah kita. Karena itu, saya sepakat atas penetapan beliau jadi Sekjen KOPEK yang baru,” katanya.

Nelson juga yakin penetapan Awe, sapaan akrab Bupati Lingga itu sebagai Sekjen KOPEK yang baru diharapkan mampu mempercepat upaya mengembalikan kejayaan kelapa Indonesia yang luasnya mencapai 3,6 juta Ha.

“Indonesia adalah negara pemilik kebun terbesar di dunia. Namun, produktivitasnya masih kalah dengan negara lain. Kelapa di Indonesia, kepemilikannya 98 persen adalah milik rakyat. Karena itu, membangun kelapa, berarti sama membangun ekonomi rakyat,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Lingga, Alias Wello yang selama ini menjabat sebagai Wakil Ketua KOPEK menyatakan kesiapannya untuk membantu menggerakkan roda organisasi yang memiliki anggota berjumlah 248 Kabupaten tersebut.

“Kolaborasi ini harus terus ditingkatkan. Baik antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat, maupun Pemerintah Daerah dengan petani dan pengusaha. Semua ini perlu dilakukan demi percepatan pengembalian kejayaan kelapa Indonesia,” ujarnya.

Awe mengaku segera membentuk tim untuk melakukan roadshow ke daerah-daerah untuk mensosialisasikan program kerja KOPEK dan betapa pentingnya sinergitas dan kerjasama antar daerah penghasil kelapa.

“Kita tidak boleh lagi bekerja sendiri. Tapi, harus bangun sinergitas dan kerjasama pengelolaan kelapa dari hulu ke hilir. Kelapa pada hari ini dalam kondisi lampu merah. Petani mengeluh karena harga rendah,” tegasnya.

Karena itu, sambung Awe, melalui sinergitas dan kerjasama tersebut, KOPEK diharapkan mengoptimalkan produktivitas untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa. (aip)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Kasum TNI Pimpin Delegasi Indonesia di TSASM 2026 Singapura, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Bilateral

Kasum TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon dan Chief of Staff–Joint Staff SAF Brigadier General Chan Ching Hao menunjukkan risalah Sidang ke-22 TNI-SAF Annual Staff Meeting (TSASM) 2026 yang telah ditandatangani di Singapura (4/6/2026). Foto - Puspen TNI

UU P2SK Resmi Disahkan DPR, Perkuat OJK dan LPS hingga Bentuk Satgas Pinjol serta Judi Online

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) menyerahkan dokumen kepada pimpinan DPR RI saat Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto - kemenkeu.go.id

Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Tinjau Infrastruktur Energi di Sumatera Barat, Pastikan Distribusi BBM dan LPG Tetap Andal

Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso (kedua kanan), meninjau operasional agen LPG saat kegiatan Management Walkthrough (MWT) di Sumatera Barat, Selasa (2/6/2026). Foto - Istimewa

Pasukan TNI Kontingen Garuda UNIFIL Kembali ke Tanah Air, Raih Penghargaan Internasional dan Harumkan Nama Indonesia

Asops Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyerahkan penghargaan kepada personel Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL saat penyambutan pasukan perdamaian PBB di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (3/6/2026). Foto - Puspen TNI