Kamis, 4 Juni 2026

Dibandingkan 2017, Lebih Sedikit Warga Kepri Melanggar Hukum di 2018

Tayang:


BATAM (suarasiber) – Kapolda Kepri, Irjen Andap Budhi Revianto dan pejabat utama Polda serta Forkopimda Provinsi Kepri dan instansi terkait menyelenggarakan Konferensi Pers Akhir Tahun 2018 di Polda Kepri, Senin (31/12/2018).

“Terima kasih semua pihak sehingga kondisi Kamtibmas 2018 berlangsung aman dan kondusif. Rilis akhir tahun ini merupakan bentuk pertanggung jawaban kepada publik atas kinerja Polda Kepri selama tahun 2018,” ungkap Kapolda.

Dari data disampaikan, jumlah tindak pidana mengalami penurunan dari 3.843 di 2017 menjadi 3.385 pada 2018, jumlah kasus yang diselesaikan di tahun 2017 sebanyak 2.202 sedangkan pada 2018 berhasil diselesaikan 2.323 kasus, rata-rata penyelesaian kasus lebih baik dari 68 persen di 2017 menjadi 57 persen di 2018. Sementara jumlah penduduk yang melakukan pelanggaran pada tahun 2017 sebanyak 311 orang dan tahun 2018 sebanyak 158 orang, turun sebanyak 153.


Baca Juga :

Tahun 2019, Kabareskrim Siapkan Reserse Rasa Baru

Ini Penjelasan Kabareskrim soal Kasus Novel Baswedan

Pembantu yang Meninggal Terjatuh dari Lantai 3 Tak Betah Kerja dan Merasa Terkurung

Kadisbud Kepri Deklarasikan Dukungan kepada Isdianto sebagai Cagub Kepri

Hati-hati, Ketinggian Ombak di Laut Natuna dan Anambas Capai 5 Meter

Terkait penanganan kasus kejahatan konvensional menonjol, datanya sebagai berikut:
– Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) selama tahun 2018 terjadi sebanyak 328 kasus dibandingkan dengan tahun 2017 sebanyak 384 kasus, turun 56 kasus dan penyelesaian 186 kasus.
– Curat selama tahun 2018 terjadi sebanyak 254 kasus dibandingkan dengan tahun 2017 sebanyak 252 kasus. Naik 2 kasus. Sementara untuk penyelesaian kasus tahun 2017 sebanyak 148 kasus, dibandingkan dengan tahun 2018 sebanyak 170 kasus. Meningkat sebanyak 22 kasus.
– Curas dari 137 di tahun 2017 turun menjadi 85 kasus pada 2018, penyelesaiannya 49 kasus.
– Perjudian 61 kasus, diselesaikan 53 kasus.
– Pembunuhan 6 kasus, sebelumnya 7 kasus, semuanya diselesaikan.

Dalam rilis juga dibeberkan data kejahatan trans nasional yang mengalami peningkatan, kejahatan kekayaan negara mengalami penurunan, kejahatan berimplikasi kontijensi mengalami penurunan. Namun konflik sosial mengalami peningkatan.

Tindak pidana narkoba pada 2017 355 kasus, namun meningkat menjadi 431 kasus pada 2018. Dari jumlah penyelesaiannya, berhasil diungkap 377 kasus dari sebelumnya 355. Sementara kecelakaan lalu lintas turun 133 kasus, dari 888 pada 2017 menjadi 755 pada 2018.

Jumlah korban meninggal mengalami penurunan, dari 213 pada 2017 menjadi 205 pada 2018. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Tak Hanya Duta Bahasa Kepri, Mahasiswa UMRAH Andi Ampa Djaya Raih Juara Film Pendek Internasional

Andi Ampa Djaya, mahasiswa FKIP UMRAH, menunjukkan trofi dan sertifikat Juara I lomba berbalas pantun tingkat nasional di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, 2026. Foto - KJK Kepri

Komunitas Jurnalis Kepri Sembelih 1 Sapi dan 1 Kambing pada Idul Adha 2026, Perkuat Solidaritas dan Semangat Berbagi

Pengurus Komunitas Jurnalis Kepri (KJK), Novianto, menunjukkan sapi kurban yang akan disembelih pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat (6/6/2026). Foto - KJK Kepri

Kejati Kepri Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan, Kajati Lantik Pejabat Baru dan Tekankan Integritas

Jajaran pejabat Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat Eselon IV di Aula Sasana Baharuddin Lopa, Senin (25/5/2026). Foto - Kasi Penkum Kajati Kepri

Ketua KKSS Kepri Bangga, Andi Ampa Djaya Juara Duta Bahasa Kepri 2026

Ketua BPW KKSS Kepri, Ady Indra Pawennari, bersama Andi Ampa Djaya usai dinobatkan sebagai Juara II Putra Duta Bahasa Kepri 2026 pada malam puncak Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kepri di Ballroom Alltrue Hotel, Tanjungpinang, Kamis (21/5/2026). Foto - Istimewa