Suarasiber.com (Anambas) – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan inspeksi langsung ke RSUD Jemaja, Selasa (11/11/2025), setelah menerima laporan keluhan masyarakat terhadap pelayanan salah satu dokter di rumah sakit tersebut.
Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua Komisi III, Adnan, didampingi anggota DPRD Anambas dari dapil Jemaja, Sukran. Keduanya ingin mengetahui secara pasti persoalan yang membuat seorang dokter diduga enggan memberikan pelayanan maksimal kepada pasien.
Rombongan diterima oleh Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Jemaja, Muhammad Ikbal. Sayangnya Muhammad Husni, oknum dokter yang dikeluhkan pelayanannya oleh masyarakat sedang tidak berada di tempat.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan suarasiber.com, manajemen RSUD Jemaja sudah menetapkan jam kerja bagi dokter yakni 8 jam per hari. Namun Muhammad Husni dilaporkan masyarakat sering tidak berada di tempat kerjanya pada jam aktif.
Sumber dari RSUD Jemaja menyebutkan, Muhammad Husni sudah mendapatkan teguran dari Direktur RSUD. Bahkan persoalan ini pun sudah dilaporkan kepada Bupati Anambas, Aneng.
Ia kemudian membuat surat pernyataan yang isinya dirinya memilih tidak ikut jadwal jaga sebagai dokter, melainkan memilih bekerja pada bagian manajemen rumah sakit.
Ketua Komisi III DPRD Anambas, Adnan, menegaskan bahwa persoalan pelayanan kesehatan tidak boleh dibiarkan. Terlebih, saat ini dokter umum di RSUD Jemaja hanya tersisa dua orang.
“Kami ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. Keluhan terkait pelayanan dokter harus segera ditindaklanjuti,” tegas politisi dari partai Nasdem ini.
Pertemuan ini menitikberatkan pada evaluasi pelayanan dokter terhadap pasien.
Informasi lainnya yang diterima koran ini, Muhammad Husni sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur RSUD Jemaja.
Suarasiber.com mencoba menemui yang bersangkutan dengan datang ke rumahnya. Namun ia sedang tidak berada di rumah. Menurut istrinya, suaminya sedang berada di Kota Batam.
Upaya konfirmasi ini dilakukan setelah nomor handphonenya tak bisa dihubungi. Demikian juga dengan chat WA yang dikirimkan, hanya menunjukkan cheklist 1. (rob)
Editor Yusfreyendi





