Jumat, 5 Juni 2026

Kolaborasi dengan LAM, Disbudpar Tanjungpinang Gelar Festival Silat Serumpun 2023

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang berkolaborasi dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) menggelar Festival Silat Serumpun 2023, di laman Tugu Sirih, Kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (9/11/2023).

Festival Silat Serumpun dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto, yang mewakili Penjabat (Pj.) Wali Kota Tanjungpinang, Hasan, S.Sos.

Pembukaan festival diawali dengan defile 530 peserta dari sembilan perguruan kota Tanjungpinang, kabupaten Bintan, dan negara Malaysia.


Saat membacakan pidato Pj. Wali Kota Hasan, Asisten II Bambang menyampaikan pencak silat merupakan olahraga beladiri warisan kekayaan khasanah budaya bangsa Suku Melayu yang mengandung nilai-nilai etika dan estetika, serta sarat dengan makna kearifan, keteladanan, kependekaran dan keluhuran budi pekerti, sebagai pembentuk karakter bangsa.

Disbudpar Kota Tanjungpinang berkolaborasi dengan LAM menggelar Festival Silat Serumpun 2023, di laman Tugu Sirih, Tanjungpinang, Kamis (9/11/2023). Foto – diskominfo tanjungpinang

Menurutnya, dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, pencak silat telah menjadi media edukasi kultural yang melahirkan generasi pendekar, pemberani dengan semangat patriotisme yang cinta bangsa dan tanah air.

“Sebagai salah satu unsur budaya warisan leluhur, pencak silat terkait erat dengan kultur budaya masyarakat Melayu di Kepulauan Riau khususnya dan di Nusantara umumnya,” ujarnya.

Ia menyampaikan, perjalanan sejarah budaya Melayu berkait secara kultur dengan perjalanan pencak silat itu sendiri, berkembang secara luas baik sebagai beladiri maupun sebagai permainan anak negeri.

Artinya, lanjutnya, pencak silat bagi masyarakat Melayu merupakan warisan budaya yang digunakan bukan saja sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai seni persembahan di dalam berbagai kegiatan majlis.

Ia menjelaskan, pada 12 Desember 2019 di Colombo, UNESCO mencanangkan bahwa Pencak Silat merupakan warisan tak benda yang dimiliki Indonesia. Oleh karena itu seluruh pihak yang berkaitan dengan Pencak Silat, baik IPSI, berbagai perguruan dan komunitas Pencak Silat yang ada di Indonesia.

Termasuk pemerintah Indonesia berupaya mempertahankan warisan budaya tak benda Pencak Silat Tradisional yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia.

“Pada akhirnya rakyat atau suku bangsa Indonesia semakin mengenal dan mencintai budaya negerinya sendiri,” ucapnya.

Untuk melestarikan Pencak Silat, katanya, perlu sebuah aktivitas yang konkrit dalam bentuk Festival yang bersifat kejuaraan atau lomba, sehingga dapat memacu animo masyarakat atau pecinta Pencak Silat maupun para pesilat untuk mengambil peran dalam kegiatan ini.

Disbudpar Kota Tanjungpinang berkolaborasi dengan LAM menggelar Festival Silat Serumpun 2023, di laman Tugu Sirih, Tanjungpinang, Kamis (9/11/2023). Foto – diskominfo tanjungpinang

“Pada gilirannya menambah spirit kompetisi untuk memajukan Pencak Silat, khususnya Pencak Silat Tardisional sebagai budaya leluhur suku Bangsa Melayu Nusantara, untuk terus berjaya menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Tanjungpinang Muhammad Nazri mengatakan, Festival Silat Serumpun ini akan diperlombakan dengan kategori perorangan, berdua dan kelompok.

“Tidak ada pertandingan, yang dinilai hanya keindahan gerakan silat. Kita laksanakan selama tiga hari dari Kamis sampai Sabtu,” ujarnya.

Menurutnya, festival ini diikuti perguruan silat se-kota Tanjungpinang, selain itu juga diikuti perguruan silat dari negara tetangga Malaysia. “Perwakilan Malaysia ada enam orang,” ucapnya.

Ia menambahkan, Disbudpar rencanakan festival ini akan menjadi event tahunan dan bisa mengundang peserta negara serumpun lainnya seperti Singapura dan Brunei Darussalam.(Adv/Dinas Kominfo)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Sertifikasi Halal Jadi Standar Daya Saing Produk Daerah, Wali Kota Tanjungpinang Dorong Pelaku Usaha Siap Hadapi Wajib Halal 2026

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyerahkan sertifikat halal secara simbolis kepada pelaku usaha saat Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026 di Gedung Dekranasda Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Kamis (4/6/2026). Foto - Diskominfo Tanjungpinang.

Korupsi Kredit Mikro BRI Tanjungpinang Rugikan Negara Rp4,07 Miliar, Kejati Kepri Tetapkan Tersangka Kelima

Aspidsus Kejati Kepri Ismail Fahmi memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers di Kantor Kejati Kepri, Tanjungpinang, Rabu (3/6/2026). Foto - istimewa

Banyak Orang Masuk Sauna untuk Berkeringat, Teknologi Ini Diklaim Beri Manfaat Lebih dari Sekadar Relaksasi

Pengelola dan tim Biohacking Sauna Zetta Wellness berfoto di depan lokasi layanan sauna kesehatan berbasis teknologi di Kompleks Pertokoan Bintan Centre, Tanjungpinang, Selasa (2/6/2026). Foto - Suarasiber.com/sya.

Bintan Raih Opini WTP ke-15 Berturut-turut, Roby Kurniawan Sebut Hasil Kerja Kolektif Seluruh OPD

Bupati Bintan Roby Kurniawan menerima LHP LKPD Tahun Anggaran 2025 dari Kepala BPK Perwakilan Kepulauan Riau, Selasa (2/6/2026). Foto - Diskominfo Bintan