Jumat, 5 Juni 2026

Sepasang PSK Kembar Tertua di Belanda Ngaku Sudah Layani 335 Ribu Pria

Tayang:


Suarasiber.com – Louise dan Martine Fokken dikenal sebagai saudara kembar yang puluhan tahun terjun sebagai PSK di Belanda akibat tuntutan kehidupan.

Mereka kemudian meninggalkan dunia hitam pada 2012 lalu, dan menceritakan pengalamannya selama itu. Kehidupan Louise dan Martine juga pernah diangkat ke dalam film dokumenter berjudul Meet The Fokkens. Perjalanan kelam dua wanita yang kini berusia 70 tahun ini juga pernah ditulis dalam bentuk biografi.

Dikutip dari Guardian, Louise Fokken menjadi korban KDRT suaminya saat usianya baru 20 tahun. Selain dipukuli, suaminya juga meminta Louise agar bisa menghasilkan uang.


Dengan pertimbangan memiliki anak yang sangat dicintainya, akhirnya Louise pun melakukan permintaan suaminya.

Sedangkan Martone baru saja melahirkan anak pertamanya ketika mengetahui saudari kembarnya jadi PSK di Red Light District, salah satu area prostitusi terkenal di Amsterdam. Ia tahu Louise kesulitan ekonomi dan ingin membantunya.

Martine kemudian bekerja di Red Light District sebagai petugas kebersihan. Hingga suatu ketika seorang muncikari menawarinya sebagai PSK.

Akhirnya Louise dan Martine bekerja sebagai PSK di tempat yang sama. Hal ini ada keuntunganya karena keduanya bisa saling menjaga.

Tahun 2012 Luise mundur dari dunia gelap akibat radang sendi, lalu disusul oleh Louise.

Sementara dalam wawancaranya dengan BBC, Martine mengritik orang-orang yang terlibat dalam dunia prostitusi. Ia menyebutnya dengan burung bangkai (pengacau) datang di tahun 2000.

Menurut Martine, mereka adalah para kriminal yang terorganisir.

“Orang-orangnya sekarang berbeda, mereka terlalu banyak minum, gemuk-gemuk dan tidak menghargai kami,” ujar Martine dilansir dari BBC. (man)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Kasum TNI Pimpin Delegasi Indonesia di TSASM 2026 Singapura, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Bilateral

Kasum TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon dan Chief of Staff–Joint Staff SAF Brigadier General Chan Ching Hao menunjukkan risalah Sidang ke-22 TNI-SAF Annual Staff Meeting (TSASM) 2026 yang telah ditandatangani di Singapura (4/6/2026). Foto - Puspen TNI

Veda Ega Pratama Start dari Posisi 20, Finis Gemilang di Peringkat 8 Moto3 Catalunya

Suarasiber.com - Pembalap Indonesia yang membela Honda Team Asia,...

Veda Ega Pratama Masih Kesulitan di FP1 Moto3 Catalunya 2026, Hakim Danish Tampil Tercepat

Suarasiber.com - Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, masih...