Kamis, 4 Juni 2026

Ismeth Abdullah: Banyak yang Pesimis Kepri Dibangun Hanya dengan Dana Rp150 Miliar

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Tak banyak yang tahu bagaimana perjalanan pembentukan Provinsi Kepri, khususnya yang menyangkut soal dana. Ternyata, untuk mendirikan provinsi ini dana yang dikeluarkan saat itu hanya Rp150 miliar.

Pengakuan ini diungkapkan mantan Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah saat menghadiri undangan mantan pejabat-pejabatnya di sebuah rumah makan Melayu di Dompak, beberapa waktu lalu. Saat itu Ismeth bertemu dengan Eddy Wijaya, Said Jafar, isman Bakri, Fauzi Fadil, Syafri Salisman, Amir Faisal, bahkan ajudan pribadinya, Trio Andana.

Selain kalimat-kalimat kerinduan kepada sesama teman yang dahulu hampir setiap saat bertemu di kantor, pertemuan juga menyinggung soal tempo doeloe Kepri dibangun.


Ketika Ismeth menyebutkan ada dana Rp150 miliar untuk mengurus pembentukan Provinsi Kepri, sejumlah pihak diakui Ismeth menunjukkan rasa pesimis.

“Tetapi itulah tantangannya, dana yang kecil. Sekarang kita bisa lihat Kepri seperti apa,” ungkap Ismeth.

Para mantan kepala dinas pun menyambut topik tersebut dengan mengenang bagaimana saat awal mula pembentukan mereka bekerja penuh waktu. Ibarat siang malam hanya untuk sebuah harapan, provinsi baru.

Baca Juga :

Toyota Avanza dengan 5 Penumpang Terbalik di Kawasan Perkantoran Bintan Buyu

Dirut PT SSLP, Bambang Prayitno yang Menahan 400 Sertifikat Tanah Warga Ditetapkan Sebagai Buron

Ini Tanggapan Tokoh Masyarakat Jemaja Terkait Tempat Hiburan Jual Alkohol

General Manager Ini Beberkan Kisah Cinta Nasrun dan Supartini

Bupati Anambas Ancam Tutup Tempat Hiburan yang Meresahkan Masyarakat

Provinsi Riau, selaku provinsi induk disebut Ismeth setengah hati membantu. Bahkan saat Provinsi Kepri berdiri, Gubernur Riau waktu itu Rusli Zainal berpidato dan mengatakan kalau Provinsi Kepri tak sanggup berdiri, kembalilah atau gabung kembali ke Riau.

Rupanya isi pidato Rusli tersebut memantik perhatian Mendagri, waktu itu dijabat Hari Sabarno. Mendagri yang merasa pidato Rusli tak pantas mengoreksi usai Gubernur Riau itu memberikan sambutan.

“Tidak ada istilah kembali atau bersatu. Kemendagri akan membantu Provinsi Kepri berdiri,” tegas Mendagri dengan lantang, seperti ditirukan Ismeth.

Ismeth lalu menatap Said Jafar lalu berkata, “Kami ingat bagaimana mencari dana ke pusat. Pak Said yang saya tunjuk selaku sekda pertama yang jadi komandan. Alhamdulillah dengan dana minim Kepri bisa bangkit.”

Hubungan antara Provinsi Riau dan kepri pada awal perpisahan banyak meninggalkan kisah. Namun Ismeth menggelengkan kepalanya, sebagai sebuah tanda hal tersebut tidak untuk diekspos. “Cukup masyarakat Kepri mengerti, provinsi ini berdiri dengan tetesan keringat, darah, air mata dan segala bentuk pengorbanan,” sebut Ismeth. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Tak Hanya Duta Bahasa Kepri, Mahasiswa UMRAH Andi Ampa Djaya Raih Juara Film Pendek Internasional

Andi Ampa Djaya, mahasiswa FKIP UMRAH, menunjukkan trofi dan sertifikat Juara I lomba berbalas pantun tingkat nasional di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, 2026. Foto - KJK Kepri

Komunitas Jurnalis Kepri Sembelih 1 Sapi dan 1 Kambing pada Idul Adha 2026, Perkuat Solidaritas dan Semangat Berbagi

Pengurus Komunitas Jurnalis Kepri (KJK), Novianto, menunjukkan sapi kurban yang akan disembelih pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat (6/6/2026). Foto - KJK Kepri

Kejati Kepri Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan, Kajati Lantik Pejabat Baru dan Tekankan Integritas

Jajaran pejabat Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat Eselon IV di Aula Sasana Baharuddin Lopa, Senin (25/5/2026). Foto - Kasi Penkum Kajati Kepri

Ketua KKSS Kepri Bangga, Andi Ampa Djaya Juara Duta Bahasa Kepri 2026

Ketua BPW KKSS Kepri, Ady Indra Pawennari, bersama Andi Ampa Djaya usai dinobatkan sebagai Juara II Putra Duta Bahasa Kepri 2026 pada malam puncak Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kepri di Ballroom Alltrue Hotel, Tanjungpinang, Kamis (21/5/2026). Foto - Istimewa