Jumat, 5 Juni 2026

Polres Gayo Lues Bangun Empat Jembatan Gantung Pascabanjir, Warga Kini Bisa Jual Hasil Kebun ke Pasar

Tayang:


Suarasiber.com (Gayo Lues) — Kepolisian Resor (Polres) Gayo Lues menunjukkan komitmen nyata dalam membantu pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana hidrometeorologi dengan membangun empat unit jembatan gantung di sejumlah desa wilayah Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues. Pembangunan jembatan tersebut menjadi solusi vital untuk membuka kembali akses transportasi warga yang sempat terputus akibat banjir bandang, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan.

Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo, S.I.K., bersama jajaran pada Senin (26/1/2026). Kehadiran Kapolres dan personel Polri di tengah masyarakat merupakan wujud kepedulian sekaligus bentuk pengabdian Polri dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dasar yang rusak akibat bencana.

“Jembatan yang dibangun ini merupakan penghubung masyarakat dari perkampungan menuju kebun dan pasar. Ini kebutuhan mendesak agar aktivitas warga bisa kembali berjalan normal,” ujar AKBP Hyrowo di sela-sela kegiatan gotong royong bersama masyarakat.


Ia menjelaskan, rusaknya jembatan akibat banjir bandang tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat, khususnya petani dan pekebun yang kesulitan mengangkut hasil panen ke pasar. Karena itu, pembangunan jembatan gantung dipilih sebagai solusi cepat dan efektif untuk memulihkan akses transportasi.

Pembangunan jembatan dilakukan secara serentak di beberapa desa dengan melibatkan personel Polres Gayo Lues dan masyarakat setempat. Di Desa Pungke Jaya, pembangunan jembatan gantung dipimpin oleh Kaurbinops Satreskrim Polres Gayo Lues, IPDA Muhammad Yoga Wiratama, S.Tr.IK., bersama puluhan personel dan warga. Jembatan ini dibangun untuk menggantikan akses lama yang rusak parah akibat terjangan banjir bandang.

Sementara itu, di Desa Jeret Onom, pembangunan jembatan dipimpin oleh Kanittipidkor Satreskrim Polres Gayo Lues, AIPDA Ilham Minaldi, S.H., dengan melibatkan personel Polres dan masyarakat desa. Jembatan ini menjadi jalur utama penghubung antara permukiman warga dengan area perkebunan dan pusat aktivitas ekonomi.

Adapun di Desa Gumpang Lempuh, pembangunan jembatan gantung dipimpin oleh Kasatintelkam Polres Gayo Lues, AKP Jun Andri Saputra, S.H., bersama personel BKO Brimob Polda Sumatera Selatan. Sinergi antara Polres Gayo Lues dan satuan Brimob ini menunjukkan kuatnya kolaborasi antarsatuan Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Selain tiga jembatan yang sedang dibangun tersebut, Kapolres Gayo Lues juga mengungkapkan rencana pembangunan satu unit jembatan gantung tambahan di Desa Ramung Toa. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polres Gayo Lues untuk memastikan seluruh wilayah terdampak bencana benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.

“Kami tidak ingin hanya berhenti di sini. Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan bantuan pemulihan akses, Polres Gayo Lues akan terus hadir,” tegas AKBP Hyrowo.

Respons positif pun datang dari masyarakat. Salah seorang warga Desa Jeret Onom, Ali Hanafiah (43), mengaku sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan gantung tersebut.

“Sejak jembatan rusak, kami sangat kesulitan membawa hasil kebun. Alhamdulillah, dengan dibangunnya jembatan ini, kami bisa kembali berkebun dan membawa hasil bumi ke pasar,” ungkap Ali dengan wajah penuh syukur.

Menurutnya, jembatan gantung bukan hanya memudahkan akses transportasi, tetapi juga memberikan harapan baru bagi pemulihan ekonomi warga. Selama akses terputus, banyak hasil kebun yang tidak bisa dijual, sehingga pendapatan masyarakat menurun drastis.

Pembangunan jembatan gantung ini juga menjadi simbol kuatnya sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana. Gotong royong yang dilakukan bersama menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Dengan terbangunnya empat jembatan gantung tersebut, diharapkan akses transportasi warga kembali normal, mobilitas sosial dapat berjalan lancar, dan roda perekonomian masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan, dapat bangkit kembali. Polres Gayo Lues melalui aksi nyata ini menegaskan perannya tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana. (***)

Editor Syaiful

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Kasum TNI Pimpin Delegasi Indonesia di TSASM 2026 Singapura, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Bilateral

Kasum TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon dan Chief of Staff–Joint Staff SAF Brigadier General Chan Ching Hao menunjukkan risalah Sidang ke-22 TNI-SAF Annual Staff Meeting (TSASM) 2026 yang telah ditandatangani di Singapura (4/6/2026). Foto - Puspen TNI

UU P2SK Resmi Disahkan DPR, Perkuat OJK dan LPS hingga Bentuk Satgas Pinjol serta Judi Online

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) menyerahkan dokumen kepada pimpinan DPR RI saat Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto - kemenkeu.go.id

Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Tinjau Infrastruktur Energi di Sumatera Barat, Pastikan Distribusi BBM dan LPG Tetap Andal

Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso (kedua kanan), meninjau operasional agen LPG saat kegiatan Management Walkthrough (MWT) di Sumatera Barat, Selasa (2/6/2026). Foto - Istimewa

Pasukan TNI Kontingen Garuda UNIFIL Kembali ke Tanah Air, Raih Penghargaan Internasional dan Harumkan Nama Indonesia

Asops Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyerahkan penghargaan kepada personel Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL saat penyambutan pasukan perdamaian PBB di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (3/6/2026). Foto - Puspen TNI