Suarasiber.com – Pelaporan hasil belajar siswa saat ini tidak hanya berupa buku rapor, namun juga ada hasil proyek siswa yang dikerjakan selama proses belajar mengajar berlangsung.
Proyek yang dikerjakan juga tergantung dengan materi yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan siswa untuk melakukan projek tersebut. Proyek tersebut dapat berupa karya seni, hasil panen, pemanfaatan barang bekas, dan lain sebagainya.
Untuk itu, sebelum menyampaikan laporan hasil proyek siswa, wali kelas terlebih dahulu diberikan pelatihan dasar untuk mengisi dan cara menyampaikan hasil proyek tersebut. Laporan tersebut berbasis digital yang dikemas dalam Raport Digital Madrasah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (RDM P5P2RA) yang dikerjakan oleh masing-masing wali kelas.
Proyek tidak harus dilakukan setiap waktu, minimal dalam dua semester berjalan ada satu proyek yang dikerjakan oleh siswa terutama yang menggunakan kurikulum merdeka. Pembelajaran P5P2RA ini juga berfungsi sebagai kesempatan siswa dalam menambah pengetahuan diluar buku pegangan siswa serta membentuk karakter siswa dalam bersosial di lingkungan.

Pelatihan yang diadakan pada Rabu (18/9/2024) di ruang kelas 1 MIS Miftahul Ulum Kawal oleh Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN SAR) Kepulauan Riau melalui Program Studi Manajemen pendidikan Islam sebagai bentuk pengabdian Litapdimas Kampus.
Hadir dalam pelatihan tersebut ketua Program Studi Zulhamdan, M.Pd.I dengan didampingi oleh Dwi Setyaningsih, M.M selaku sekretaris, Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) STAIN SAR Ediansyah, M.Pd.I sekaligus sebagai narasumber dan mahasiswi Program Studi MPI Yuliyani Lestari Dacosta.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh majelis guru MIS Miftahul Ulum Kawal tidak hanya mendengarkan materi yang disampaikan oleh narasumber, juga langsung mempraktikkan cara mengisi menggunakan penilaian yang sudah dibuat sebelumnya.
Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam Zulhamdan mengatakan, kegiatan pelatihan ini diharakan tidak hanya sampai di sini, namun bisa disalurkan kepada rekan-rekan lainnya baik yang di MIS Miftahul Ulum Kawal maupun rekan di MI lainnya yang juga menggunakan penilaian yang sama.
“Jika selama pengerjaan bapak ibu mengalami kendala, bisa langsung menanyakan kepada Pak Edi untuk langsung berkonsultasi,” ujarnya.
Kepala MIS Miftahul Ulum Kawal, Suradi dalam sambutannya mengatakan, pelatihan dirasa cukup membantu guru-guru dalam menyampaikan penilaian hasil proyek siswa kepada wali murid, supaya bisa melihat kesibukan siswa selama belajar di MIS Miftahul Ulum Kawal.
Di akhir acara, Kepala Program Studi Manajemen Pendidikan Islam menyerahkan cinderamata dan penyerahan secara simbolis sertifikat kepada Kepala MIS Miftahul Ulum Kawal sebagai tanda ucapan terima kasih dan kenang-kenangan. (eko)
Editor Yusfreyendi





