free page hit counter

Tim KPK Geledah Satu Rumah Pengusaha dan Dua Ruko di Tanjunguban

Loading...

Suarasiber.com – Pemeriksaan sejumlah pejabat di Kabupaten Bintan oleh penyidik KPK di Polres Tanjungpinang rupanya berlanjut.

Rabu (3/3/2021) rombongan tim KPK meluncur ke Tanjunguban, Bintan Utara. Mereka terbagi ke dalam dua kelompok.

Kelompok pertama menggunakan dua minibus Kijang Inova. Setibanya di rumah pengusaha berinisial A di Jalan Bakti Praja mobil berhenti.

Rumah di Jalan Bakti Praja, Kelurahan Tanjunguban Selatan ini pun digeledah. Apa yang dilakukan Tim KPK ini diduga masih terkait kuota rokok.

Pukul 13.00 WIB penggeledahan berakhir setelah hampir dua jam tim bekerja.

Sementara rombongan kedua mendatangi kantor dan gudang CV Three Star Bintan yang lokasinya di deretan pertokoan Jalan RE Martadinata, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.

Sedikitnya lima orang anggota KPK mencari barang bukti di ruko bernomor 34 tersebut. Selain petugas KPK, terlihat empat polisi bersenjata laras panjang siaga.

Dari penggeledahan yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga 12.30 WIB ini, penyidik KPK membawa berkas 1 koper besar. Penggeledahan di bangunan ini juga diduga masih ada hubungannya dengan pemberian kuota rokok FTZ.

Sejumlah warga mengatakan jika minibus Toyota Innova yang ditumpangi para penyidik KPK sudah ada sejak pagi. Cuma tak ada diantara warga yang tahu jika para penumpangnya adalah tim KPK.

Seorang warga bernama Ijen, seperti dilansir dari susraserumpun.com, mengakui ia walanya tak menyangka ada orang-orang KPK di Tanjunguban.

Namun Ijen tak mengetahuai apakah dalam penggeledehan itu KPK juga membawa pemilik gudang.

“Nggak nampak. Apakah pemilik gudang itu dibawa atau tidak, saya nggak tahu,” ungkapnya.

Ruko yang juga dijadikan kantor CV Three Star Bintan bukan bangunan terakhir yang disinggahi KPK.

Saat melintas di Jalan Permaisuri, mobil kembali berhenti. Kali ini yang dituju ialah ruko PT Tirta Anugerah Sukses.

Sampai berita ini diunggah, belum ada keterangan resmi yang disampaikan KPK. Masyarakat Bintan dan Kepri pada umumnya menunggu rilis resmi dari KPK.

“Inilah berita yang paling ramai saat ini. Masih nunggu nih, kapan KPK merilisnya biar kami masyarakat juga tahu sebenarnya,” ujar Sulestyo, warga Batu 5, Tanjungpinang. (mat)

Loading...