free page hit counter

Ini Kronologi Blackout Listrik di Pulau Batam dan Bintan, Bright PLN Batam Mohon Maaf

Loading...

BATAM (suarasiber) – Aliran listrik di Pulau Batam dan Bintan sempat padam total (blackout), Kamis (4/6/2020) sekitar pukul 19.45.

Petir disebut-sebut sebagai biang kerok blackout, yang berlangsung hingga keesokan harinya di sejumlah wilayah di Pulau Bintan.

Apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana penanganannya? Berikut penjelasan dari Direktur Operasi PLN Batam, Awaluddin Hafid.

Dalam kronologi kejadian dan penjelasannya, Awaluddin juga menyampaikan permohonan maafnya ke pelanggan PLN di dua pulau ini.

Ini penjelasan Awaluddin Hafid:

Sebagaimana rilis yang disampaikan,  Kamis, 4 Juni 2020, bahwa padamnya  listrik di Batam dan Bintan tadi malam yang dimulai sejak pukul 19:25 WIB diawali dengan  sambaran petir yang kuat pada salah satu ruas  transmisi 150 kV yang menyebabkan sistem kelistrikan Batam dan Bintan padam.

Bahwa, walaupun terjadi sambaran petir yang kuat pada sistem kelistrikan Batam – Bintan. Namun, semua  pembangkit  dalam kondisi aman. 

Pemulihan sistem kelistrikan Batam-Bintan dimulai pukul 19:27 WIB, dengan  mengoperasikan  PLTD Sekupang. Yang memang disiapkan sebagai pembangkit blackstart (start awal) di sistem kelistrikan Batam-Bintan.

“Untuk pemulihan sistem kelistrikan tidak dapat instan. Karena membutuhkan tahapan. Diantaranya persiapan operasional pembangkit dan berbagai parameter sistem kelistrikan harus dijaga. Agar tetap seimbang dalam kondisi yang belum stabil”, ujar Awal.

Pada pukul 22:18 WIB, salah satu pembangkit gas, yaitu PLTG ELB Unit 2 dapat bergabung dengan sistem kelistrikan. Kemudian diikuti oleh pembangkit-pembangkit lainya. Sehingga sejak pukul 22:18 WIB, listrik dapat mulai menyala secara bertahap.

Sampai dengan saat ini, masih  diberlakukan pemadaman secara bergilir. Karena, masih ada pembangkit sedang dalam proses persiapan yaitu PLTU Tanjung Kasam Unit 1 dan 2.

Yang diperkirakan akan masuk dalam sistem pada siang dan sore hari ini. 

Dengan masuknya 2 Unit PLTU Tanjung Kasam, diharapkan sistem kelistrikan Batam-Bintan kembali normal.

“Oleh karena itu, diharapkan partisipasi pelanggan untuk membantu melakukan pengendalian pemakaian listrik dengan memadamkan peralatan listrik yang tidak diperlukan,” sambung Awal.

Atas kejadian tersebut, ujarnya, manajemen PLN Batam memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. PLN Batam tetap berupaya, untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik ke Batam – Bintan. Serta, selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik. (mat)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...