Suarasiber.com (Bintan) – Perumahan Grand Pesona Mutiara, Jalan Musi, Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur, diguncang peristiwa mengerikan, Rabu (24/9/2025) dini hari.
Sebuah tragedi rumah tangga berujung maut ketika MP (45) tega menghabisi nyawa istrinya, R (38), dengan keji di kediaman mereka. Motif di balik pembunuhan sadis ini? Cemburu buta yang memicu amarah tak terkendali.
Kronologi Pembunuhan: Dari Pertengkaran hingga Bacokan Maut
Berdasarkan keterangan polisi, drama maut ini bermula dari pertengkaran sengit antara MP dan R.
Ketua RW 009, Martono, mengungkapkan bahwa korban ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 02.00 WIB. “Saya dengar kabar duka ini dari warga. Sungguh tragis,” ujarnya dengan nada pilu.
Jenazah R akhirnya dievakuasi ke RSUD Kijang menggunakan ambulans sekitar pukul 04.00 WIB untuk proses visum.
Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Daeng Salamun, menjelaskan bahwa pelaku menggunakan parang untuk menghabisi nyawa korban.
“Ada luka bacok fatal di kepala dan pergelangan tangan,” ungkapnya.
Pasca-kejadian, MP menyerahkan diri melalui ketua RT setempat ke Satreskrim Polres Bintan, seolah menyadari perbuatannya tak dapat ditutupi.
Rumah Tangga di Ujung Tanduk: Cemburu Jadi Pemicu
Kasat Reskrim Polres Bintan, Iptu Fikri Rahmadi, membeberkan bahwa motif pembunuhan diduga berakar dari kecemburuan.
“Pelaku masih kami periksa intensif. Sementara, pemicunya adalah cemburu,” ujar Fikri.
Namun, kronologi lengkap masih digali lebih dalam oleh penyidik. “Kami tangani serius,” tegasnya.
Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan suasana mencekam. Garis polisi mengelilingi rumah pasangan tersebut, sementara sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter BP 4904 FS masih terparkir di teras, seolah menjadi saksi bisu tragedi berdarah ini.
Misteri Kehidupan Pasangan Pendatang
Menurut Martono, pasangan ini baru saja menetap di Perumahan Grand Pesona Mutiara.
“Mereka pendatang baru, sama-sama bekerja, tapi saya kurang tahu detail profesinya,” ungkapnya.
Kehidupan mereka yang tampak harmonis di permukaan ternyata menyimpan bara konflik yang meledak menjadi petaka.
Penyelidikan Berlanjut, Pelaku di Tangan Polisi
Kini, MP meringkuk di sel Polres Bintan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, jenazah R telah berada di RSUD Kijang untuk proses otopsi guna mengungkap detail kematiannya.
Kasus ini menjadi sorotan warga, mengingatkan betapa rapuhnya ikatan rumah tangga ketika diterpa badai cemburu.
Peringatan dari Tragedi
Kisah kelam ini bukan hanya sekadar berita kriminal, tetapi juga cerminan betapa emosi yang tak terkendali bisa berujung pada keputusan fatal.
Warga Bintan kini berharap keadilan ditegakkan, sementara polisi terus mengusut kasus ini untuk membawa kebenaran ke permukaan.
Pantau terus perkembangan kasus ini untuk update terbaru! (syf)
Editor Yusfreyendi





