Suarasiber.com (Bintan) – Ketua dan jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bintan menggelar audiensi bersama Bupati Bintan Roby Kurniawan di Kantor Bupati Bintan, Selasa (10/6/2025). Dalam pertemuan tersebut, dibahas rencana pola pembinaan atlet melalui konsep “bapak asuh” yang melibatkan perusahaan swasta di daerah itu.
Audiensi ini turut dihadiri Sekda Bintan Ronny Kartika, Kadispora Bintan Alfeni Harmi, dan Kadis Kominfo Bintan Didi Kurniadi. Ketua Umum KONI Bintan, Dedi Sutanto, menyampaikan hasil kunjungannya ke sport center milik PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) di kawasan Lobam.
“Fasilitas olahraga di kawasan PT BIIE Lobam sangat layak untuk digunakan sebagai tempat pemusatan latihan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri 2026. Selain itu, PT BIIE juga menyatakan siap mendukung pembinaan sejumlah cabang olahraga,” ungkap Dedi yang akrab disapa Apeng.
Selain membahas pemanfaatan fasilitas sport center, KONI Bintan juga melaporkan rencana pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) dengan pengurus cabang olahraga (cabor) serta badan fungsional di bawah KONI, yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (21/6/2025) mendatang. Raker ini akan membahas strategi dan persiapan menghadapi Porprov Kepri 2026, yang hingga kini belum menetapkan tuan rumah resmi.
Bupati Bintan Roby Kurniawan menyatakan dukungannya terhadap program pembinaan atlet, termasuk melalui pola bapak asuh yang akan melibatkan sejumlah perusahaan di Bintan.
“Tahun ini kita akan mulai pola bapak asuh untuk pembinaan cabang olahraga. Perusahaan seperti PT BRC Lagoi, PT BAI Galang Batang, PT BIIE Lobam, hingga PT Pertamina Tanjunguban akan kita ajak terlibat. Masing-masing bisa menaungi beberapa cabor,” kata Roby.
Namun, ia menekankan pentingnya komitmen dari pihak cabor dalam menjalankan kerja sama ini.
“Kalau sudah berjalan, cabor juga harus komitmen dengan kesepakatan bersama. Jangan sampai perusahaan sudah membantu, tapi tidak ditindaklanjuti dengan serius,” ujarnya.
Roby berharap pola ini bisa meningkatkan prestasi atlet secara konsisten. Ia juga meminta pengurus cabor untuk menyiapkan pelatih, juri, dan atlet yang berkelanjutan.
“Langkah awalnya, kita petakan dulu prestasi dan database atlet yang ada. Ini akan jadi pembahasan utama dalam Raker KONI nanti. Belum semua perusahaan bisa dilibatkan tahun ini, tapi ke depan bisa dilakukan bertahap, melalui dana CSR masing-masing,” jelasnya.
Terkait anggaran untuk mengikuti Porprov Kepri 2026, Roby menuturkan akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
“Dalam kondisi efisiensi anggaran, mungkin kita hanya kirim atlet yang benar-benar berprestasi. Sedikit tidak masalah, yang penting peluang meraih medali besar,” tutupnya. (***)
Editor Yusfreyendi





