Suarasiber.com (Tanjungpinang) – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad memaparkan berbagai potensi strategis daerah kepada Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin dalam jamuan makan malam di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Minggu (8/6). Turut hadir sejumlah pejabat DPD RI dan pimpinan OPD Kepri.
Gubernur Ansar menyoroti letak geografis Kepri yang 96% wilayahnya adalah laut, terdiri dari 2.408 pulau—394 di antaranya berpenghuni, termasuk 22 pulau perbatasan. Posisi Kepri yang berada di jalur perdagangan internasional, Selat Malaka dan ALKI I, dinilainya sebagai aset strategis nasional.
Ia juga menekankan potensi besar Kepri di sektor investasi, pariwisata, kelautan, dan perikanan. Beberapa KEK unggulan seperti Galang Batang, Nongsa Digital Park, dan Batam Aero Technic terus dikembangkan. Kepri kini jadi provinsi dengan kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi ketiga nasional dan memiliki potensi tangkapan laut hingga 1,3 juta ton per tahun.
Indikator pembangunan Kepri juga terus membaik. Ekonomi tumbuh 5,16% pada Triwulan I 2025, inflasi rendah di angka 1,73%, dan tingkat kemiskinan terendah di Sumatera. IPM Kepri mencapai 79,89, tertinggi di Sumatera dan ketiga nasional.
Sultan Bachtiar menyambut positif pemaparan tersebut. Ia menyebut Kepri sebagai “pintu emas” Indonesia dan menegaskan komitmen DPD RI untuk mendukung pembangunan wilayah kepulauan melalui regulasi dan kebijakan yang berpihak.
“Kami akan terus kawal aspirasi Kepri agar mendapat perhatian lebih dalam kebijakan nasional,” ujar Sultan. (***)
Editor Yusfreyendi





