Sabtu, 29 November 2025

Dokter PPDS Pemerkosa Anak Pasien RSHS Sempat Coba Bunuh Diri

Tayang:


Suarasiber.com (Tanjungpinang) – PAP (31), seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) yang menjadi tersangka kasus pemerkosaan terhadap keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung ternyata pernah bunuh diri usai melakukan perbuatannya.

Pelaku ditangkap pada 23 Maret 2025 di apartemennya di Bandung. Namun sebelumnya ia sempat memotong urat nadi di pergelangan tangannya sebagai upaya bunuh diri namun gagal sehingga dirawat di rumah sakit.

Kejadian perkosaan yang membuat warganet geram ini terjadi pada Selasa, 18 Maret 2025, sekitar pukul 01.00 WIB di lantai 7 Gedung MCHC RSHS Bandung.


Saat itu, korban berinisial FH (21) sedang mendampingi ayahnya yang dalam kondisi kritis. Melansir Detik.com, Sabtu (10/4/2025), pelaku meminta korban melakukan transfusi darah secara mandiri dan tanpa didampingi anggota keluarga lainnya.

Korban kemudian dibawa ke ruang baru yang belum digunakan di gedung tersebut dengan dalih akan dilakukan tindakan medis. Saat itulah pelaku membius korbannya lalu memperkosanya.

“Korban tidak tahu maksud pelaku apa karena saat itu diajak ke ruang baru dengan dalih akan dilakukan tindakan medis,” kata Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Surawan saat merilis kasus tersebut, Rabu (9/4/2025).

Setelah kejadian, penyidik menemukan sisa sperma di tubuh korban serta alat kontrasepsi yang digunakan oleh PAP. Sampel tersebut kini tengah diuji melalui tes DNA untuk mencocokkan identitas pelaku.

Terkait perilaku PAP, Manajemen RSHS Bandung kecewa atas keterlibatan salah satu calon dokter spesialis dalam kasus ini. Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, menegaskan bahwa pihak rumah sakit langsung mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan pelaku dari program pendidikan.

Sementara Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) juga menyatakan sikap tegas terkait kasus pemerkosaan yang menyeret dokter residen dari institusinya. Dekan FK Unpad Yudi Hidayat mengatakan bahwa pihaknya bersama RSHS mengecam keras segala bentuk kekerasan, terutama di lingkungan akademik dan layanan kesehatan.

“Unpad dan RSHS mengecam keras segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, yang terjadi di lingkungan pelayanan kesehatan dan akademik,” katanya dalam pernyataan tertulis.

Ia menegaskan bahwa Unpad akan mengawal kasus ini secara adil dan transparan. (***)

Editor Yusfreyendi

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Dua ASN PPPK Terseret Peredaran Ganja, Satresnarkoba Tanjungpinang Bekuk Tiga Tersangka

Suarasiber.com,(Tanjungpinang) – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Tanjungpinang kembali...

Dituding Serobot Lahan,Agusriandi Lawan Balik: Pembelian Sah, Siap Tempuh Jalur Hukum

Agusriandi Agusriandi Lawan Balik: Pembelian Sah, Siap Tempuh Jalur Hukum. Selasa, (25/11/2025). Foto - Istimewa

Melindungi Calon Pekerja Migran: Kejati Kepri Tingkatkan Kesadaran Hukum melalui OM Jak Menjawab

Suarasiber.com,(Kejati Kepri) – Tanjungpinang. Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau kembali...

KJK Resmi Bentuk LBH, Siap Berikan Pendampingan Hukum Gratis bagi Wartawan dan Masyarakat Kepri

Suarasiber.com (Tanjungpinang) — Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) resmi membentuk...