Kamis, 4 Juni 2026

Dokter PPDS Pemerkosa Anak Pasien RSHS Sempat Coba Bunuh Diri

Tayang:


Suarasiber.com (Tanjungpinang) – PAP (31), seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) yang menjadi tersangka kasus pemerkosaan terhadap keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung ternyata pernah bunuh diri usai melakukan perbuatannya.

Pelaku ditangkap pada 23 Maret 2025 di apartemennya di Bandung. Namun sebelumnya ia sempat memotong urat nadi di pergelangan tangannya sebagai upaya bunuh diri namun gagal sehingga dirawat di rumah sakit.

Kejadian perkosaan yang membuat warganet geram ini terjadi pada Selasa, 18 Maret 2025, sekitar pukul 01.00 WIB di lantai 7 Gedung MCHC RSHS Bandung.


Saat itu, korban berinisial FH (21) sedang mendampingi ayahnya yang dalam kondisi kritis. Melansir Detik.com, Sabtu (10/4/2025), pelaku meminta korban melakukan transfusi darah secara mandiri dan tanpa didampingi anggota keluarga lainnya.

Korban kemudian dibawa ke ruang baru yang belum digunakan di gedung tersebut dengan dalih akan dilakukan tindakan medis. Saat itulah pelaku membius korbannya lalu memperkosanya.

“Korban tidak tahu maksud pelaku apa karena saat itu diajak ke ruang baru dengan dalih akan dilakukan tindakan medis,” kata Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Surawan saat merilis kasus tersebut, Rabu (9/4/2025).

Setelah kejadian, penyidik menemukan sisa sperma di tubuh korban serta alat kontrasepsi yang digunakan oleh PAP. Sampel tersebut kini tengah diuji melalui tes DNA untuk mencocokkan identitas pelaku.

Terkait perilaku PAP, Manajemen RSHS Bandung kecewa atas keterlibatan salah satu calon dokter spesialis dalam kasus ini. Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, menegaskan bahwa pihak rumah sakit langsung mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan pelaku dari program pendidikan.

Sementara Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) juga menyatakan sikap tegas terkait kasus pemerkosaan yang menyeret dokter residen dari institusinya. Dekan FK Unpad Yudi Hidayat mengatakan bahwa pihaknya bersama RSHS mengecam keras segala bentuk kekerasan, terutama di lingkungan akademik dan layanan kesehatan.

“Unpad dan RSHS mengecam keras segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, yang terjadi di lingkungan pelayanan kesehatan dan akademik,” katanya dalam pernyataan tertulis.

Ia menegaskan bahwa Unpad akan mengawal kasus ini secara adil dan transparan. (***)

Editor Yusfreyendi

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Kasum TNI Pimpin Delegasi Indonesia di TSASM 2026 Singapura, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Bilateral

Kasum TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon dan Chief of Staff–Joint Staff SAF Brigadier General Chan Ching Hao menunjukkan risalah Sidang ke-22 TNI-SAF Annual Staff Meeting (TSASM) 2026 yang telah ditandatangani di Singapura (4/6/2026). Foto - Puspen TNI

UU P2SK Resmi Disahkan DPR, Perkuat OJK dan LPS hingga Bentuk Satgas Pinjol serta Judi Online

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) menyerahkan dokumen kepada pimpinan DPR RI saat Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto - kemenkeu.go.id

Pasukan TNI Kontingen Garuda UNIFIL Kembali ke Tanah Air, Raih Penghargaan Internasional dan Harumkan Nama Indonesia

Asops Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyerahkan penghargaan kepada personel Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL saat penyambutan pasukan perdamaian PBB di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (3/6/2026). Foto - Puspen TNI

Korupsi Kredit Mikro BRI Tanjungpinang Rugikan Negara Rp4,07 Miliar, Kejati Kepri Tetapkan Tersangka Kelima

Aspidsus Kejati Kepri Ismail Fahmi memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers di Kantor Kejati Kepri, Tanjungpinang, Rabu (3/6/2026). Foto - istimewa