Suarasiber.com – Seorang pria di Spanyol sedang menghadapi tuduhan kejahatan terhadap warisan sejarah. Negara ini memang menerapkan undang-undang dalam Konstitusi Spanyol untuk melindungi warisan negara bagi generasi mendatang.
Pernyataan Guardia Civil dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari CNN, pria yang tidak disebutkan namanya itu telah menghancurkan seni cadas kuno di Sierra Sur de Jaén.
Sebuah pegunungan di Spanyol selatan yang dilindungi sebagai daftar warisan budaya negara tersebut. Lukisan batu cadas di tempat ini sudah berusia 6.000 tahun.
Pelaku melakukannya agar bisa mengunggah konten yang menarik di media sosialnya.
Namun caranya sangat disayangkan, karena ia sengaja menuangkan air ke permukaan cadas agar gambar terlihat lebih jelas. Saat terkena air gambar memang lebih jelas, namun efeknya sungguh sangat parah.
Setelahnya, orang lain tidak bisa lagi melihat lukisan-lukisan tersebut dalam kondisi aslinya.
Hal ini disebabkan karena batuan sedimen di lokasi itu jenisnya batu kapur yang larut dalam air. Garam di dalamnya awalnya akan terlarut oleh air, sebelum membentuk kerak saat akhirnya menguap. Kerak itu, kata Guardia Civil, dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.
Penyelidikan atas kasus ini dilakukan oleh petugas dari Spanish Civil Guard’s Nature Protection Service (SEPRONA), pada Mei lalu.
Untuk melindungi lokasi cagar budaya sejenis, ada upaya untuk merahasiakannya dan dijaga ketat.
Bahkan muncul aturan tak tertulis bagi siapa yang menemukannya untuk tidak membagikan lokasinya sebagai bentuk penghormatan dan upaya pelestarian serta perlindungan seni. (***/syaiful)
Editor Yusfreyendi





