Suarasiber.com – Dunia pendidikan, khususnya jenjang SD dan SMP tengah menjadi pembicaraan warga. Pasalnya program seragam gratis bagi muris SD dan SMP dibatalkan.
Kebijakan ini memantik protes orang tua siswa. Grup-grup medsos pun ramai memperbicangkan masalah ini.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad pun memberikan tanggapan atas kebijakan tersebut.
Kepada media, Senin (12/8/2024), Ansar berjanji akan memanggil Pj Wali Kota Tanjungpinang Andri Rizal sepulang dari kegiatan IKN.
Saat persoalan tersebut mencuat, Gubernur memang sedang berada di IKN untuk upacara 17 Agustus bersama menteri dan gubernur lain.
Ansar dengan jelas mengatakan, pemanggilan Pj Wali Kota Andri Rizal sehubungan dengan rencana Pemkot Tanjungpinang yang akan membatalkan program seragam gratis bagi anak SD dan SMP.
“Kita ingin mendengar langsung penjelasan dari Pemkot Tanjungpinang melalui Pj Wali Kotanya. Karena itu sepulang saya dari kegiatan di IKN Pj Wali Kota Tanjungpinang akan kita panggil,” kata Gubernur Ansar.
Menurut Gubernur Ansar Ahmad, program seragam gratis untuk anak SD dan SMP di Tanjungpinang sebisa mungkin tetap dilaksanakan mengingat hal itu sangat penting bagi membantu para orang tua murid.
Soal anggaran pengadaannya bisa diambil dari kegiatan lain yang tidak masuk dalam skala prioritas dan tidak mendesak.
“Kesampingkan dulu program dan kegiatan lain yang tidak masuk dalam skala prioritas dan tidak mendesak. Dengan demikian program seragam gratis tetap bisa dilaksanakan,” jelas Gubernur.
Soal defisit anggaran, jelas Gubernur, hampir semua daerah mengalami persoalan yang sama. Tetapi di tengah kondisi APBD yang defisit tentu harus disikapi dengan bijak dan lebih mementingkan penganggaran untuk kebutuhan masyarakat yang lebih luas.
“Hal-hal yang sifatnya tidak penting kesampingkan dulu. Seragam gratis untuk anak sekolah itu penting. Karena masyarakat secara luas bisa terbantu. Saya minta agar Pemko Tanjungpinang sebisa mungkin tetap merealisasikan program seragam gratis tersebut,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Tanjungpinang, Teguh Ahmad, Senin (12/8/2024), mengumpulkan seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) SD dan SMP se-Tanjungpinang, di Aula SMP 4 Jalan Basuki Rahmat.
Pertemuan ini untuk penyamoaian informasi soal keputusan pembatalan program seragam gratis tahun anggaran 2024.
“Dengan berat hati, kebijakan ini saya sampaikan, karena Pemkot Tanjungpinang sedang mengalami defisit anggaran,” ujarnya, Senin (12/8/2024).
Kepala sekolah kemudian meneruskan informasi tersebut kepada orang tua murid SD dan SMP. Tak butuh lama, langsung menuai protes. (syaiful)
Editor Yusfreyendi





