Sabtu, 29 November 2025

Semarak Hari Bhayangkara, Polres Bintan Gelar Nobar Wayang Kulit

Tayang:


Suarasiber.com – Mabes Polri menyelenggarakan pagelaran wayang kulit bersama dengan TNI, yang dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal TNI agus Subiyanto di Jakarta, Jumat (5/7/2024) malam.

Nonton wayang kulit ini juga dilakukan Polres, termasuk Polres Bintan. Digelar di Mapolres Bintan, acara dihadiri Wakapolres Bintan Kompol Amir Hamzah dan sejumlah Pejabat Utama Polres Bintan serta FKPD Bintan seperti dari Fasharkhan, Satrad 213 Tanjungpinang.

Nonton Bareng tersebut juga dihadiri oleh Ketua dan pengurus Paguyuban Jawa / PKJ Kabupaten Bintan, Ketua Paguyuban Kediri Manunggal Bintan serta pengurus Paguyuban Kediri Manunggal Bintan dan masyarakat pecinta Wayang.


Kasi Humas Polres Bintan Iptu Missyamsu Alson menjelaskan bahwa pertunjukan wayang kulit ini tidak hanya untuk merayakan HUT Bhayangkara, tetapi juga sebagai upaya Polri dalam melestarikan seni dan budaya.

Pertunjukan wayang kulit tersebut dengan lakon “Tumurune Wiji Sejati” dengan Dalang Ki Hj Dr Yanto, Ki Mpp Bayu Aji Pamungkas, Ki Sri Guncoro dan Ki Harso Widi Santoso.

“Wayang Tumurune Wiji Sejati adalah bentuk seni pertunjukan wayang kulit yang menggabungkan elemen-elemen tradisional dan kontemporer untuk menceritakan kisah-kisah moral dan spiritual,” kata kasi Humas.

“Dalam Pertunjukan disampaikan pesan-pesan yang relevan dengan kehidupan modern sambil tetap menghormati tradisi, Wayang Tumurune Wiji Sejati, yang berarti “Turunan dari Benih Sejati” yang mengangkat tema-tema yang berhubungan dengan perjalanan spiritual dan pencarian jati diri,” ungkap Iptu Alson.

Iptu Alson juga menyampaikan dalam pertunjukan tersebut, cerita-cerita dari epik klasik seperti Mahabharata dan Ramayana diadaptasi untuk mencerminkan tantangan dan dilema yang dihadapi oleh masyarakat saat ini. Hal ini membuat pertunjukan wayang kulit ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik.

Salah satu ciri khas dari Wayang Tumurune Wiji Sejati adalah penggunaan tokoh-tokoh wayang yang didesain ulang dengan tampilan yang lebih modern dan dinamis, tanpa meninggalkan esensi dari karakter tradisionalnya. Dalang, atau pencerita utama, memanfaatkan teknologi suara dan pencahayaan untuk menciptakan atmosfer yang lebih dramatis dan imersif.

“Mari kita mencintai budaya-budaya daerah yang ada di Indonesia ini, sebagai pemersatu Bangsa dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ajaknya. (***)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

UMKM Bangkit! Desa Ekang Anculai Sajikan Festival Kuliner Tradisional dan Pawai Budaya 2025

Salah satu objek wisata di Ekang Anculai. Foto - Istimewa via Instagram travel_tanjungpinang

DPRD dan Pemkab Bintan Sahkan Ranperda APBD 2026, Bupati Roby Tegaskan Komitmen Pembangunan Daerah

new.suarasiber.com/,( Bintan ) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

Peringati Hari Guru Nasional 2025, Bupati Bintan: “Guru Adalah Pilar Kemajuan Bangsa”

new.suarasiber.com/,( Bintan ) - Pemerintah Kabupaten Bintan menggelar Upacara...

APBD 2026 Dibahas: Bupati Roby Hadirkan Dua Ranperda Strategis di Rapat Paripurna DPRD Bintan

new.suarasiber.com/,(Bintan) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan...