Suarasiber.com – Pentingnya budaya membudayakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di antaranya mampu menekan angka kecelakaan kerja.
Pernyataan ini disampaikan Gubernur Kepri saat memimpin apel peringatan Bulan K3 Nasional Tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (29/01).
Gubernur Kepri Membaca amanat tertulis Menteri Tenaga Kerja RI, Ida Fauziyah, yang menggarisbawahi tema ‘Budayakan K3, Sehat dan Selamat dalam Bekerja, Terjaga Keberlangsungan Usaha’.
“Dengan budaya K3 yang kuat, kita dapat menekan angka kecelakaan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ekonomi nasional,” ungkap Gubernur Ansar.
Mengacu pada data BPJS Ketenagakerjaan, terjadi peningkatan kasus kecelakaan kerja dalam tiga tahun terakhir, menunjukkan pentingnya peningkatan pelaksanaan K3.
Pada apel tersebut, Gubernur Ansar juga mengukuhkan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi Kepulauan Riau Periode 2023-2025.
Mangara M. Simarmata yang menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepri dikukuhkan sebagai Ketua Dewan tersebut. Gubernur Ansar dan jajaran Forkopimda Kepri sekaligus menjadi Penasihat Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi Kepri.
Pada kesempatan yang sama diserahkan penghargaan kepada 15 perusahaan karena nihil kecelakaan kerja, 6 perusahaan atas keberhasilan pencegahan HIV-AIDS di tempat kerja, dan 4 perusahan yang berhasil menerapkan program pencegahan tuberkulosis di tempat kerja.
Gubernur Ansar sekaligus menyerahkan secara simbolis santunan BPJS ketenagakerjaan untuk lima orang pekerja yang terdiri dari nelayan, buruh, guru TPQ, dan pegawai honorer. Santunan yang diterima para ahli waris adalah sebesar Rp42 juta.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepri, Mangara M Simarmata mengatakan harapannya pada tahun 2024.
“Tahun lalu kan Gubernur mendapatkan penghargaan sebagai pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terbaik. Tahun ini semoga beliau mendapatkan penghargaan yang sama,” tutur Mangara di lokasi apel.
Apel ini diikuti oleh berbagai instansi pemerintah dan swasta termasuk anggota Satpol PP Provinsi Kepri. (edyw)
Editor Yusfreyendi





