Jumat, 5 Juni 2026

Penemu Iklan Pop Up di Internet Minta Maaf, Lho Kok?

Tayang:


Suarasiber.com – Pernahkah kalian browsing di internet lalu sedikit sedikit muncul jendela baru yang ukurannya bisa beragam? Isinya iklan promosi dan sebagainya.

Kalau terlalu banyak pop up seperti itu tentu kalian merasa nggak nyaman ya? Sejatinya, penemu iklan pop up pertama di internet pun menyesalinya.

Mengutip dari Forbes, Rabu (10/11/2021) iklan pop up pertama kali terbit 1994 silam, dibuat oleh Ethan Zuckerman. Kala itu ia adalah karyawan Tripod.com.


Tripod cari uang dari jualan merchandise, layanan berlangganan dan majalah berbayar. Saat ini Ethan adalah Direktur Centre for Civic Media di MIT.

Ia pun mengaku bagaimana awal terbitnya iklan pop up. Pada 1994, sebuah perusahaan mobil besar di Amerika salah beli banner iklan di sebelah iklan situs porno.

Manajemen perusahaan meminta bantuan Tripod.com apakah bisa menutup banner tadi untuk menghindari citra perusahaan yang buruk.

Kebetulan Ethan yang meluncurkan sebuah jendala dan memuat iklan di dalamnya untuk mengatasinya.

“Saya minta maaf. Maksud kami saat itu baik,” kata Ethan.

Dan tahun 1994 pun dianggap sebagai tahun lahirnya iklan pop up yang dianggap cara beriklan yang jenius.

Bagaimana seseorang yang sedang asyik browsing tiba-tiba muncul pop up di layar ponsel atau laptopnya. Lama-lama hal ini dianggap menjengkelkan.

Ethan kini menyesalinya. Apalagi iklan yang menargetkan pengguna internet kini menjadi hal yang dianggap mengganggu.

“Iklan adalah dosa awal di web. Kekacauan di internet adalah konsekuensi memilih iklan sebagai model dasar untuk mendukung layanan dan konten online,” kata dia.(man)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Kasum TNI Pimpin Delegasi Indonesia di TSASM 2026 Singapura, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Bilateral

Kasum TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon dan Chief of Staff–Joint Staff SAF Brigadier General Chan Ching Hao menunjukkan risalah Sidang ke-22 TNI-SAF Annual Staff Meeting (TSASM) 2026 yang telah ditandatangani di Singapura (4/6/2026). Foto - Puspen TNI

Meta Luncurkan Instagram dan WhatsApp Berbayar, Tarif Mulai Rp 53.000 per Bulan

Meta resmi memperkenalkan layanan berlangganan premium untuk platform media sosial mereka, yakni Instagram, Facebook, dan WhatsApp.

BRIN Sulap Gas Metana TPA Jadi Energi Alternatif, Bisa Dipakai Memasak hingga Pembangkit Listrik

Suarasiber.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui Pusat...

Butuh Jasa Potong Ornamen untuk Masjid atau Kantor? Ternyata di Tanjungpinang Ada Lho

Suarasiber.com - Lazim di zaman sekarang masjid atau kantor...