TANJUNGPINANG (suarasiber) – Penganiayaan yang dilakukan Ipda Septian Dwi Cahyo ke tiga orang anggota polisi di Pariaman, Sumbar, direkam dan videonya viral di masyarakat. Meski, Polda Sumbar pun menindak perwira muda itu.
Namun, tetap mendapat perhatian serius dari Kapolri Jenderal Idham Azis. Hal ini disampaikan Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Arief Sulistyanto MSi, Kepala Lemdiklat Polri menjawab suarasiber.com, Jumat (27/3/2020).
“Pelaku adalah perwira remaja lulusan Akpol. Lemdiklat bekerja di hulu dalam pembinaan personel. Sehingga saya langsung ke Akpol untuk mewanti-wanti para taruna,” kata Arief, sembari menambahkan perwira itu lulusan Akpol tahun 2019.
“Padahal 3 minggu setelah saya jadi Kalemdiklat, sudah mewanti-wanti. Bahkan, sudah memimpin ikrar komitmen integritas para taruna. Salah satunya tentang menghilangkan tindakan kekerasan senior kepada yunior,” jelas Arief.
Termasuk pelaku ini, imbuh Arief, yang juga berikrar. Dan, sejak Arief jadi Kalemdiklat memang sudah tidak terjadi lagi tindakan kekerasan.
Saat di Akpol, pengawasan terhadap perilaku taruna terawasi dengan ketat dan baik. Namun, setelah bertugas di kesatuan peran pengawasan dilakukan oleh pimpinan atau Kasatwil. Sehingga, perannya sangat penting dalam pembinaan anggota. (mat)





