Suarasiber.com (Anambas) – Kabupaten Kepulauan Anambas mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sepanjang 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Anambas tumbuh 17,36 persen secara year-on-year (yoy) pada Triwulan IV 2025 dan mencapai 15,54 persen secara kumulatif sepanjang 2025. Capaian ini menempatkan Anambas sebagai daerah dengan lonjakan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kepri, sekaligus menegaskan kemajuan wilayah kepulauan terluar di sektor pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi Anambas menjadi sorotan karena terjadi di tengah karakter wilayah yang didominasi gugusan pulau-pulau terluar di utara Provinsi Kepulauan Riau. Selama ini, Anambas dikenal luas sebagai daerah yang mengandalkan potensi kelautan, perikanan, dan pariwisata bahari sebagai penopang utama ekonomi daerah.
Data BPS menunjukkan, selain Anambas, sejumlah daerah lain di Kepri juga mencatat pertumbuhan ekonomi positif sepanjang 2025. Kabupaten Natuna tumbuh 10,49 persen, Kota Batam 6,76 persen, Kabupaten Bintan 6,43 persen, Kabupaten Karimun 5,44 persen, Kabupaten Lingga 3,53 persen, dan Kota Tanjungpinang 3,31 persen. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Anambas tetap menjadi yang paling tinggi di antara seluruh kabupaten dan kota di Kepri.
Capaian ini tidak lepas dari peran masyarakat yang terus menggerakkan roda ekonomi daerah. Aktivitas nelayan, pelaku usaha mikro dan kecil, hingga geliat sektor wisata bahari dinilai ikut menopang pertumbuhan ekonomi Anambas sepanjang 2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa wilayah perbatasan dan kepulauan juga memiliki kapasitas besar untuk tumbuh cepat apabila potensi lokal dikelola secara optimal.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak yang selama ini mendukung pembangunan di Anambas, Senin (9/3/2026).
“Capaian ini bukan hanya keberhasilan pemerintah daerah, tetapi juga keberhasilan seluruh masyarakat Anambas yang terus bekerja keras dan bersinergi membangun daerah. Anambas memiliki potensi besar dan akan terus kita optimalkan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Aneng.
Menurut dia, pembangunan di daerah kepulauan seperti Anambas membutuhkan kolaborasi yang kuat agar potensi daerah dapat dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Anambas melalui penguatan sektor-sektor unggulan yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas akan terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir. Selain itu, pariwisata bahari Anambas juga akan terus didorong untuk menarik lebih banyak wisatawan dan memperluas dampak ekonomi bagi warga setempat.
Di saat yang sama, pemerintah daerah juga berupaya membuka peluang investasi yang lebih luas. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah, memperluas usaha produktif, dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Tingginya pertumbuhan ekonomi Anambas menjadi bukti bahwa daerah kepulauan terluar tidak identik dengan ketertinggalan. Sebaliknya, Anambas menunjukkan bahwa wilayah perbatasan mampu tumbuh pesat dengan memaksimalkan potensi lokal, memperkuat sinergi pembangunan, dan menjaga keberlanjutan sektor unggulan.
Dengan capaian pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kepri pada 2025, Kabupaten Kepulauan Anambas kini tampil sebagai contoh bahwa kemajuan ekonomi dapat lahir dari pulau-pulau terluar. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pertumbuhan ekonomi Anambas bukan sekadar angka, melainkan cermin dari kerja bersama, penguatan sektor unggulan, dan harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat.(Zainal)
Editor Syaiful





