Jumat, 5 Juni 2026

Seperti Apa Rencana Liburan Milenial dan Gen Z? Ini Trendnya

Tayang:


Suarasiber.com – Berlibur dapat memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat dari kesibukan serta rutinitas harian. Guna memahami tren terkini dalam dunia pariwisata, Jakpat melakukan survei terhadap 1.448 responden yang berbagi rencana liburan mereka untuk enam bulan ke depan.

Rencana Liburan

Sebanyak 36% responden berencana untuk berlibur ke luar kota, terutama Milenial. Sebanyak 26% responden lainnya memilih liburan dalam kota tanpa menginap. Di sisi lain, 38% Gen Z belum memiliki rencana liburan untuk periode tersebut.

Milenial cenderung merencanakan liburan bersama keluarga atau pasangan mereka, sedangkan Gen Z lebih memilih untuk berlibur dengan teman-teman. Sebanyak 64% responden berencana untuk menikmati liburan singkat selama satu hingga tiga hari.


Berdasarkan kelas ekonomi, kelompok kelas atas cenderung merencanakan liburan lebih lama, seperti empat hingga tujuh hari.

Tujuan Liburan

Menghilangkan stres menjadi alasan berlibur bagi 66% responden. Jika diperinci, Milenial dan perempuan lebih tertarik wisata kuliner, sedangkan Gen Z dan laki-laki lebih fokus mencari pengalaman baru dan waktu untuk diri sendiri (me time).

Saat memilih lokasi wisata, tiga dari lima responden mempertimbangkan biaya. Milenial cenderung memperhatikan aktivitas yang bisa dilakukan, lokasi, dan variasi kuliner yang tersedia. Di sisi lain, Gen Z lebih memprioritaskan aspek keamanan dan tempat-tempat dengan spot foto menarik.

Septiana Widi Sugiastuti, Research Lead Jakpat menyoroti ketertarikan masyarakat dalam berwisata sambil melakukan kegiatan yang mendukung kesehatan fisik dan mental.

“Berkembangnya wellness tourism dapat memberikan peluang bagi industri pariwisata dengan mengembangkan paket wisata kesehatan atau program wellness. Ini bisa dipasarkan sebagai cara untuk menyegarkan tubuh dan pikiran, khususnya untuk kalangan pekerja urban yang mencari destinasi pelepas penat.”

Memilih oleh-oleh

Sebanyak 63% responden menyiapkan dana untuk membeli oleh-oleh, terutama di antara mereka yang sudah memiliki anak. Jenis oleh-oleh yang paling digemari adalah makanan khas daerah, yang dipilih oleh 87% responden. Souvenir seperti gantungan kunci, tempelan magnet, dan miniatur, menjadi pilihan kedua terbanyak dengan persentase 57%.

Sebesar 84% responden membeli buah tangan di toko pusat oleh-oleh, sementara 1 dari 2 responden membelinya di lokasi wisata. Septiana juga merekomendasikan kepada pemilik tempat wisata untuk memanfaatkan platform e-commerce guna mempermudah prosespembeli an oleh-oleh.

“Fitur pemesanan online bisa dipromosikan di lokasi wisata agar wisatawan dapat melakukan pemesanan dengan lebih praktis. Selain itu, media sosial dapat digunakan untuk menunjukkan proses pembuatan makanan, kisah di balik produk, dan cerita budaya yang terkait. Hal ini akan membuat oleh-oleh tersebut lebih menarik dan dapat membangun loyalitas konsumen. Kolaborasi dengan influencer lokal juga dapat menjadi strategi yang efektif.”

Ingin tahu tipe liburan yang disukai oleh para responden serta anggaran yang mereka persiapkan? Unduh laporan “Indonesian Travel Preferences” melalui tautan berikut: https://insight.jakpat.net/indonesian-travel-preferences-2024/ (***/syaiful)

Editor Yusfreyendi

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Putra Bugis Tanjungpinang Lolos Final Duta Bahasa Kepri 2026, Kuasai 3 Bahasa Asing hingga Juara Pantun Nasional

Andi Ampa Djaya, putra,finalis Duta Bahasa Kepri 2026

Veda Ega Pratama Masih Kesulitan di FP1 Moto3 Catalunya 2026, Hakim Danish Tampil Tercepat

Suarasiber.com - Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, masih...

Scoot Resmi Buka Rute Singapura–Belitung, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan Mancanegara

Suarasiber.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat konektivitas udara...

Veda Ega Pratama Tembus 5 Besar Klasemen Moto3 2026 Usai Finis Keempat di Le Mans

Suarasiber.com - Posisi Veda Ega Pratama di klasemen sementara...