Minggu, 30 November 2025

Mengenal Istilah Jackpotting yang Dipakai Seorang WNA Meretas ATM di Madiun

Tayang:


Suarasiber.com – Istilah “jackpotting” merujuk pada teknik peretasan mesin ATM (Automated Teller Machine) yang bertujuan untuk mencuri uang tunai dari mesin ATM dengan cara memanipulasi perangkat lunak atau perangkat keras yang digunakan oleh mesin tersebut.

Dalam serangan jackpotting, peretas menggunakan perangkat lunak atau perangkat keras khusus untuk memodifikasi mesin ATM, sehingga mesin tersebut mengeluarkan semua uang tunai yang tersimpan di dalamnya. Teknik ini biasanya melibatkan penggunaan alat yang disebut “black box” atau “white box”, yang dihubungkan ke mesin ATM dan digunakan untuk mengirim perintah-perintah yang salah ke mesin ATM. Setelah berhasil mengakses mesin ATM, peretas dapat memperoleh akses ke sistem operasi mesin dan memodifikasi program atau kode yang mengatur proses penarikan uang tunai.

Serangan jackpotting ini sangat merugikan bagi penyedia layanan keuangan dan konsumen. Meskipun jarang terjadi, serangan ini bisa menyebabkan kerugian yang sangat besar dan mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan dan mesin ATM. Oleh karena itu, penting bagi penyedia layanan keuangan untuk memperkuat keamanan mesin ATM mereka dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah serangan jackpotting terjadi.


Melansir beberapa sukber, berikut adalah beberapa tanda atau ciri-ciri seseorang yang mungkin melakukan serangan jackpotting di mesin ATM:

  • Munculnya alat atau perangkat yang tidak biasa di sekitar mesin ATM, seperti perangkat lunak, perangkat keras, atau alat-alat yang tidak dikenal.
  • Penggunaan perangkat elektronik atau ponsel di sekitar mesin ATM. Peretas mungkin menggunakan ponsel atau perangkat lain untuk menghubungkan mesin ATM ke perangkat peretasan mereka.
  • Tidak ada tampilan informasi pada mesin ATM. Jika mesin ATM tidak menampilkan informasi seperti saldo atau opsi penarikan tunai, itu bisa menjadi tanda bahwa mesin telah dimodifikasi atau sedang mengalami serangan.
  • Penurunan jumlah uang tunai di mesin ATM. Jika mesin ATM tiba-tiba kehabisan uang tunai dalam waktu yang singkat, itu bisa menjadi tanda bahwa mesin telah dimanipulasi atau sedang diserang.
  • Kondisi fisik mesin ATM yang rusak atau rusak akibat serangan peretasan. Misalnya, bagian depan mesin ATM tampak diobrak-abrik atau rusak secara fisik.

Jika Anda mencurigai bahwa mesin ATM telah dimanipulasi atau sedang diserang, segera laporkan ke pihak bank atau penyedia layanan ATM untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (zainal)

Editor Ady Indra P

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Dua ASN PPPK Terseret Peredaran Ganja, Satresnarkoba Tanjungpinang Bekuk Tiga Tersangka

Suarasiber.com,(Tanjungpinang) – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Tanjungpinang kembali...

Dituding Serobot Lahan,Agusriandi Lawan Balik: Pembelian Sah, Siap Tempuh Jalur Hukum

Agusriandi Agusriandi Lawan Balik: Pembelian Sah, Siap Tempuh Jalur Hukum. Selasa, (25/11/2025). Foto - Istimewa

Melindungi Calon Pekerja Migran: Kejati Kepri Tingkatkan Kesadaran Hukum melalui OM Jak Menjawab

Suarasiber.com,(Kejati Kepri) – Tanjungpinang. Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau kembali...

Paguyuban Lender DSI Gelar Pertemuan Penting Bahas Penyelesaian Dana Tertahan, Total Laporan Capai Rp 900 Miliar

Suarasiber.com (Jakarta) — Paguyuban Lender Dana Syariah Indonesia (DSI)...