Minggu, 7 Juni 2026

Bos TikTok Ternyata Pernah Rasakan 5 Hari Hidup di Hutan Kalimantan Saat Wajib Militer

Tayang:


Suarasiber.com – Shou Chew, bos TikTok tengah menjadi buah bibir usai kehadirannya di depan DPR Amerika Serikat yang menuding perushaan yang dipimpinnya sebagai ancaman keamanan nasional.

Mungkin tak banyak yang tahu jika Chew bukanlah orang China, seperti asal TikTok. Ia adalah lelaki yang berasal dari Singapura. Ayahnya bekerja di konstruksi dan ibu dari bidang pembukuan.

Mengutip CNBC Indonesia, ternyata Chew punya pengalaman hidup melelahkan di Kalimantan. Saat itu, dia tengah menjalani wajib militer di angkatan bersenjata Singapura yang mewajibkannya tinggal selama lima hari di hutan Kalimantan.


Lepas dinas militer, Chew berhasil menyelesaikan kuliahnya di University College London pada 2006. Di sana, dia memperoleh gelar sarjana ekonomi.

Setelah itu, dia bergabung selama dua tahun sebagai bankir di Goldman Saschs. Berikutnya dia bekerja di perusahaan pemodal ventura DST Global.

DST Global merupakan awal pertemuannya dengan Bytedance. Sebab Chew merupakan pemimpin tim investor awal di perusahaan induk Tiktok itu.

Pada 2010, Chew melanjutkan pendidikannya di Harvard Business School dan mendapatkan gelar MBA di sana. Saat sekolah di sana dia sempat magang di Facebook pada era awal pembangunan perusahaan tersebut.

Chew juga tercatat pernah bekerja sebagai Chief Financial Officer Xiaomi pada 2015. Empat tahun kemudian menjadi International Business President.

Setelah dari Xiaomi, dia baru bekerja di Bytedance. Tahun 2021, dia duduk di kursi Chief Financial Officer.

Tak lama setelah bergabung, kursi CEO Tiktok kosong setelah ditinggal Kevin Mayer setelah hanya tiga bulan bekerja. Sejak saat itu Chew memegang jabatan bos Tiktok.

Karir cemerlang Chew tersebut juga membuatnya masuk dalam daftar bergengsi Fortune 40 under 40 tahun 2021 lalu. (***)

Editor Nurali Mahmudi

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Kasum TNI Pimpin Delegasi Indonesia di TSASM 2026 Singapura, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Bilateral

Kasum TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon dan Chief of Staff–Joint Staff SAF Brigadier General Chan Ching Hao menunjukkan risalah Sidang ke-22 TNI-SAF Annual Staff Meeting (TSASM) 2026 yang telah ditandatangani di Singapura (4/6/2026). Foto - Puspen TNI

Meta Luncurkan Instagram dan WhatsApp Berbayar, Tarif Mulai Rp 53.000 per Bulan

Meta resmi memperkenalkan layanan berlangganan premium untuk platform media sosial mereka, yakni Instagram, Facebook, dan WhatsApp.

BRIN Sulap Gas Metana TPA Jadi Energi Alternatif, Bisa Dipakai Memasak hingga Pembangkit Listrik

Suarasiber.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui Pusat...