free page hit counter

Misi WCCE 2022 di Bali: Pemulihan Global Lewat Sektor Ekonomi Kreatif

Loading...

Suarasiber.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) siap menggelar side event terkait pariwisata dan ekonomi kreatif pada rangkaian Presidensi G20.

Side event G20 diharapkan bisa memberikan dampak yang besar kepada masyarakat yang terlibat pada industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Salah satu side event yang akan dilaksanakan adalah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2022 di Bali pada 5-7 Oktober 2022. Pelaksanaan WCCE 2022 membawa misi pemulihan global lewat sektor ekonomi kreatif.

WCCE 2022 mengangkat tema “Inclusive Create: A Global Recovery” yang akan berkolaborasi dengan beberapa negara untuk meningkatkan perhatian atas pentingnya strategi industri pada ekonomi kreatif.

Sementara untuk sub-tema akan dibagi menjadi 4. Pertama adalah Creative Economy for Global Revival, kedua, Inclusive and SDG’s Agenda, ketiga IP and Rights of the Creative, dan keempat The Future of Creative Economy.

WCCE 2022 akan diajakan secara hybrid dengan mengusung format expo dan sesi inspiratif, Friends of Creative Economy Meeting, pertemuan tingkat menteri, Creative Village (Expo), IP Expo & IP Talks, dan gala dinner.

Keterlibatan Indonesia dalam ekonomi kreatif dimulai saat menginisiasi WCCE 2018 di Bali untuk pertama kalinya. Lalu dilanjutkan dengan pembentukan Friends of Creative Economy 2019.

Mengutip laman resmi Kemenparekraf, pada WCCE 2021 di Dubai, telah ditentukan 21 topik, termasuk soal manfaat ekonomi, anak muda, ekosistem, dan gerakan internasional. Pembahasan topik ini akan dilanjutkan pada WCCE 2020 nanti.

Upaya untuk me-mainstream-kan ekonomi kreatif untuk mencapai SGDs (Sustainable Development Goals) merupakan salah satu yang dibahas di G20: Inclusive Creative Economy and The Future of Work” yang dibahas pada Urban 20 (U20) pada Presidensi G20 di Arab Saudi pada 2020.

Lalu, dalam Presidensi G20 di Italia yang diadakan pada 2021, menghasilkan kebijakan “Creative Economy 2030: Inclusive and Resilient Creative Economy for Sustainable Development and Recovery”.

Dalam Presidensi G20, side event U20 dengan tema “Connecti:City: People and the Next Economy – Recovering Together” akan fokus pada ekonomi kreatif dan kota kreatif (creative city).

Tema besar G20, Recover Together, Recover Stronger, mengangkat isu global seperti kesehatan, transformasi digital dan transisi energy. Diharapkan ekonomi kreatif bisa masuk ke ruang-ruang yang dibahas pada Presidensi G20 dan memanfaatkan potensi ekonomi kreatif dengan sebaik-baiknya.

Di samping itu, dengan adanya perubahan dan fenomena yang terjadi beberapa waktu terakhir, sudah saatnya ekonomi kreatif masuk dan mengambil posisi dalam roadmap global. Untuk itu, kehadiran WCCE dalam Presidensi G20 bertujuan untuk membuka diskusi dan menampilkan kontribusi nyata ekonomi kreatif dalam pemulihan dan ketahanan global dalam menghadapi tantangan di masa depan.

WCCE 2022 juga membahas sejumlah objektif yang fokus pada kekuatan ekonomi kreatif. Pertama adalah mempromosikan potensi ekonomi kreatif sebagai sektor yang dapat menjawab tantagan SDGs dalam masa pemulihan pos Covid-19. Kedua, membuat ekonomi kreatif sebagai hal mainstream yang akan berpengaruh besar pada level global. Dan ketiga adalah memasukan ekonomi kreatif ke dalam roadmap global. (***)

Loading...